Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Hukum & HAM

Dendam Berujung Maut, Angga Tewas Usai Duel Diduga Lawan Pecatan TNI

×

Dendam Berujung Maut, Angga Tewas Usai Duel Diduga Lawan Pecatan TNI

Sebarkan artikel ini
Dendam Berujung Maut, Angga Tewas Usai Duel Diduga Lawan Pecatan TNI
Angga Saputra yang sudah tak bernyawa dibawa ke klinik usai duel maut | Dok. JITOE

Palembang, JITOE.com – Pertemuan tak terduga dua pria di Palembang berakhir tragis. Angga Saputra (34) ditemukan tewas bersimbah darah usai duel yang diduga dipicu dendam lama sejak tahun 2001. Konflik ini disebut bermula dari kematian ayah korban yang kala itu diduga dibunuh oleh keluarga dari pria bernama Budi, terduga pelaku dalam peristiwa berdarah ini.

Menurut keterangan yang dihimpun polisi, insiden tragis ini diperkirakan dipicu oleh emosi yang memuncak saat Angga bertemu Budi diduga merupakan pecatan TNI, di kawasan Ilir Barat II. Dari penyelidikan sementara, Angga diduga hendak membalas kematian ayahnya yang terjadi puluhan tahun lalu.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan menjelaskan saat korban tiba di Klinik Opina sekitar pukul 18.30 WIB, nyawanya sudah tidak tertolong. Klinik itu hanya berjarak beberapa blok dari rumah nenek korban di kawasan 36 Ilir, tempat tujuan awal Angga.

Baca Juga:   Buronan 11 Tahun Kasus Penggelapan Ditangkap Kejati Sumsel Depan Minimarket

Sebelum kejadian, korban sempat berpamitan kepada ibunya untuk mengunjungi sang nenek. Warga 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II ini disebut tak memperlihatkan tanda-tanda mencurigakan saat meninggalkan rumah, Selasa (01/06/2025) sore.

Namun, tak lama setelah berpamitan, sekitar pukul 18.20 WIB, keluarga korban menerima kabar bahwa Angga ditemukan dalam kondisi terluka parah dan telah dibawa ke klinik terdekat oleh warga. Luka-luka yang diderita korban disebut cukup serius, dengan sejumlah tusukan di tubuh.

“Korban mengalami luka tusuk di dada kanan atas, luka di bawah ketiak kiri, luka tusuk panggul kiri bawah, luka terbuka di bawah lengan, luka tusuk pada dada atas, ketiak kiri, panggul bawah akibat benda tajam,” jelas AKBP Andrie.

Baca Juga:   Sopir Jual Sabu Titipan, Terancam 9 Tahun Penjara

Sayangnya, upaya untuk mengetahui penyebab pasti kematian terhambat karena pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Tanpa pemeriksaan dalam, polisi belum bisa memastikan secara medis luka mana yang paling mematikan.

Hingga kini, keberadaan pelaku masih dalam pengejaran. Polisi memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan dan akan menindak tegas siapapun yang terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan ini.(*)

Example 120x600