Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Hukum & HAM

Kades di OKI Diduga Dikeroyok Oknum TNI, 9 Prajurit Diperiksa

×

Kades di OKI Diduga Dikeroyok Oknum TNI, 9 Prajurit Diperiksa

Sebarkan artikel ini
Kades di OKI Diduga Dikeroyok Oknum TNI, 9 Prajurit Diperiksa
Kades Cahya Bumi, Komarudin, dan saudaranya, Zainal Abidin, menjalani perawatan di RSUD Kayuagung usai diduga dikeroyok oknum TNI dan petugas keamanan perusahaan sawit. Keduanya mengalami luka memar di wajah dan dada | Dok. Istimewa

OKI, JITOE.com – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap Kepala Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terus bergulir. Sebanyak sembilan prajurit anggota Brigif 8/Garuda Cakti Kodam II/Sriwijaya kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Subdenpom II/4 Prabumulih, dan dibawa ke Mako Brigif 8 untuk diproses hukum.

Peristiwa yang terjadi di area perkebunan PT Wilmar Buluh Cawang Plantation pada Senin sore (20/10/2025) itu menyeret sejumlah oknum anggota TNI yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kronologi dan tanggung jawab masing-masing pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Pasi Intel Kodim 0402/OKI-OI, Lettu Arm Zolimin, membenarkan adanya proses hukum terhadap anggota yang diduga terlibat. Ia menjelaskan bahwa peristiwa ini juga telah dimediasi bersama Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, serta Kasi Ops Brigif 8/Garuda Cakti, Walikota Inf Satria, dan perwakilan perusahaan, Prapto.

Baca Juga:   Duel Maut karena Utang, Pria di Palembang Tewas Dibacok Teman Sendiri

Zolimin menegaskan, para anggota yang sedang bertugas di wilayah tersebut sebenarnya tengah menjalankan latihan kaderisasi teritorial.

“Ada sekitar 100 anggota Brigif 8 Garuda Cakti ini sedang melakukan latihan kaderisasi di seluruh wilayah, termasuk di lokasi itu,” ujarnya.

Kejadian ini bermula ketika Kepala Desa Cahya Bumi, Komarudin, mendatangi area perusahaan untuk menanyakan warganya yang ditangkap petugas keamanan perusahaan karena dugaan pencurian buah sawit. Namun, bukannya mendapat penjelasan, ia justru menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang berseragam.

“Saya sudah memperkenalkan diri sebagai kepala desa, datang baik-baik. Dengan maksud menanyakan kebenaran informasi salah seorang warga kami yang diamankan karena mencuri buah sawit. Tapi malah diserang ramai-ramai,” kata Komarudin, Selasa (21/10/2025)

Baca Juga:   Rumah Harnojoyo dan Eddy Hermanto Tersangka Karupsi Proyek Pasar Cinde Digeledah Kejati

Tak lama setelah itu, kakak kandungnya, Zaenal Abidin, datang ke lokasi dan mencoba merekam kejadian menggunakan ponsel. Nahas, ia justru ikut diserang hingga mengalami luka lebam di wajah.

“Kami berdua lalu dimasukkan ke dalam mobil dan masih terus dipukul,” tambahnya.

Aksi kekerasan baru berhenti setelah aparat Polsek Lempuing dan pihak perusahaan datang ke lokasi. Kedua korban dalam kondisi luka parah langsung dibawa ke RSUD Kayuagung untuk mendapat perawatan medis.

Dokter jaga RSUD Kayuagung, dr. Rertiko, membenarkan bahwa keduanya mengalami luka cukup serius akibat benturan benda tumpul. “Korban mengalami robek di pelipis dan pembengkakan di wajah,” katanya.(*)

Example 120x600