Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Hukum & HAM

Bermodal Jenglot dan Ilmu Kebal, Dukun Palsu Ini Raup Rp94 Juta dari Korban

×

Bermodal Jenglot dan Ilmu Kebal, Dukun Palsu Ini Raup Rp94 Juta dari Korban

Sebarkan artikel ini
Bermodal Jenglot dan Ilmu Kebal, Dukun Gadungan Ini Raup Rp91 Juta dari Korban
Unit Reskrim Polsek Kertapati Palembang ungkap penipuan bermodus dukun pengganda uang | Dok. JITOE

Palembang, JITOE.com – Praktik penipuan dengan kedok dukun pengganda uang kembali terjadi di Palembang. Seorang pria bernama Carles (41), warga Kertapati, ditangkap polisi usai diduga mengelabui korbannya hingga mengalami kerugian Rp94 juta.

Unit Reskrim Polsek Kertapati berhasil mengamankan pelaku beserta sejumlah barang bukti yang digunakan dalam aksinya. Di antaranya jenglot, kerang laut, dan botol minyak yang dipakai saat menjalankan ritual palsu di sebuah kamar kosong.

Kapolsek Kertapati AKP Angga Kurniawan menjelaskan, korban atas nama Azhari mengenal pelaku melalui temannya bernama Rofik.

“Mereka bertemu di rumah Rofik yang berada di Jalan Pintu Besi, Lorong Porka II, Kecamatan Kertapati, pada Sabtu 7 Desember 2024 lalu, sekitar pukul 13.00 WIB,” jelas AKP Angga.

Baca Juga:   Sembilan Ketua RT Jadi Saksi Dugaan Korupsi Proyek Rp2,5 Miliar Dinas Perkimtan

Sebelum ritual dilakukan, korban diminta menyetorkan sejumlah uang terlebih dahulu. Ritual pun dijanjikan dilakukan di sebuah kamar khusus yang telah disiapkan, dan hanya korban yang boleh masuk ke dalamnya.

Namun, hingga waktu yang ditentukan, prosesi tak kunjung dilakukan. Uang korban pun tidak pernah dikembalikan. Merasa tertipu, korban kemudian membuat laporan ke kepolisian.

Polisi lalu menangkap Carles dan menemukan sejumlah benda yang digunakan untuk mendukung aksinya, termasuk video palsu yang memperlihatkan dirinya seolah kebal terhadap benda tajam untuk meyakinkan calon korban.

Baca Juga:   Kejari Lahat Ungkap Proyek Peta Desa Fiktif, Rp1,2 Miliar Diduga Jadi Cashback

“Untuk satu korban ini, kurang lebih kerugiannya ditaksir Rp94 juta untuk uang itu bermacam ada yang ditransfer ada yang dikasihkan langsung,” jelas AKBP Angga.

Dalam pemeriksaan, Carles mengaku membeli seluruh alat ritual secara daring dan melakukan aksinya karena desakan kebutuhan ekonomi.

“Semua alat itu saya beli online, harganya pun murah. Untuk meyakinkan korban, saya tunjukkan video kebal yang saya buat sendiri. Itu yang membuat mereka percaya saya bisa menggandakan uang,” kata Carles mengakui.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada praktik supranatural yang menjanjikan kekayaan instan, apalagi dengan syarat menyerahkan uang lebih dulu.(*)

Example 120x600