Pendidikan

Transformasi Pendidikan Menuju 2045

Penulis: Saparjo
Editor: Pudiyaka

Dekade demi dekade abad ke-21 ini, warga dunia berada pada perubahan yang menghubungkan masa lalu, sekarang dan masa mendatang yang semakin menantang.

Hadirnya teknologi digital sebagai akibat dari revolusi pengetahuan telah mampu menghubungkan warga dunia secara daring. Hal ini tidak hanya berdampak pada perubahan pola komunikasi antar warga dunia, teknologi digital juga telah membentuk tata ekonomi, sosial, budaya, bahkan tata moral baru, melalui tukar pikiran dan tukar rasa dengan segenap pelaku dari berbagai spektrum di seluruh dunia.

Seratus tahun setelah kemerdekaan, Indonesia diproyeksikan hadirnya era kehidupan yang lebih baik, walaupun tantangan yang dihadapi generasi 2045 sangat kompleks. terjadi pergolakan, ketidakpastian, rumit dan ketidak-jelasan.

Menghadapi tantangan-tantangan tersebut, dibutuhkan pribadi yang memiliki fleksibilitas dan mampu melengkapi dirinya dengan kompetensi yang sesuai zamannya (adaptif).

Kemajuan teknologi diprediksi akan memasuki fase Industri 4.0 dan Society 5.0. Pada fase ini, internet of things atau otomatisasi dan penerapan teknologi yang bertumpu pada internet dan mega data (big data) akan menjadi tren manufaktur yang memungkinkan adanya proses yang lebih efisien.

Perkembangan teknologi dan inovasi menjadi kekuatan pendorong yang akan membawa arah perubahan penting di dunia.

DOMINASI GENERASI Z

Pada sisi lain ditunjukkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah penduduk Indonesia hingga 2020 didominasi generasi Z (penduduk, yang lahir pada kurun 1997-2012), dan milenial ( yang lahir periode 1981-1996). Jumlah generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa ( 27,94%) dari total populasi berjumlah 270,2 juta jiwa. Sementara, generasi milenial mencapai 69,90 juta jiwa (25,87%).

Berarti penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh generasi Z sebesar 27,94 persen dan generasi milenial 25,87 persen serta generasi Post-Gen Z (lahir setelah 2013) mencapai 10,88 persen. Generasi inilah yang akan mewarnai, mengukir prestasi Indonesia pada 2045.

Pengklasifikasian generasi ini perlu kita pelajari karakteristiknya, sehingga komunikasi antar generasi menjadi lancar dan memberikan dampak positif bagi kehidupan bangsa.

Baca Juga:   Calon Mahasiswa Lolos USMB, Tapi Tidak Daftar Ulang Dianggap Bukan Mahasiswa

PENGALAMAN NEGARA MAJU
Seperti pengalaman China, menerapkan kebijakan terutama diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin dengan memberikan skema bantuan berupa pinjaman pendidikan yang dibayar setelah memperoleh pekerjaan tetap dengan gaji minimal 1000 yuan per bulan, biaya pendampingan, beasiswa, subsidi pendidikan, pembebasan biaya sekolah, dan pengurangan biaya sekolah. Pada tahun 2013, sekitar 23.878.200.000, Yuan disediakan untuk 11,02 juta mahasiswa dari keluarga miskin untuk memperoleh pendidikan tinggi.

Begitu juga pengalaman Korea Selatan, pada tahun 2018 pendidikan di Korea Selatan berada pada peringkat tujuh dibawah negara China, Singapura, Macau, Estonia, Jepang, dan Finlandia.

Pendidikan menjadi fokus utama Korea Selatan untuk memperbaiki ekonomi dan sosial masyarakat. Pemerintah Korea Selatan mengambil tanggung jawab penuh dan hadir untuk memajukan bangsa melalui pendidikan, ekonomi dan sosial budaya.
Negara Korea Selatan merupakan profil negara yang fokus memperbaiki kualitas masyarakat melalui pendidikan. Inovasi-inovasi terus dikembangkan dengan pendekatan kuantitatif ke arah kualitatif seperti perluasan sekolah dasar, menengah, dan pendidikan tinggi, menambah jumlah tenaga pendidik, memberikan bantuan pendidikan bagi masyarakat, pendidikan wajib sembilan tahun.

Korea Selatan telah memberikan pengalamannya bahwa 1.pendidikan memberikan akumulasi modal manusia yang memang sangat penting untuk pembangunan ekonomi yang pesat, 2. Sumber Daya Manusia yang dibutuhkan berubah dari waktu ke waktu, maka tentunya sistem pendidikan juga harus mampu memenuhi permintaan yang terus berubah, 3. peran sektor swasta telah ikut membiayai lebih dari setengah biaya pendidikan, 4.pendidikan paling efektif untuk meningkatkan pemerataan di antara warga negara sekaligus menunjukkan bahwa sebagian besar pendidikan tidak diskriminatif.

Bahkan di Jepang ada 8 keunikan sistem pendidikan, sehingga sukses menjadi bukti sebagai negara maju dalam persaingan global.

Orang Jepang dikenal pintar, sopan, dan penuh semangat. Mereka juga sosok pekerja keras dalam segala bidang. Sehingga tak heran jika membuat Jepang menjadi negara paling maju di Asia.

Tentang 8 keunikan dalam sistem pendidikan di negeri Sakura dijelaskan sebagai berikut.

  1. Di Jepang, pelajaran tentang etika dan moral lebih diutamakan ketimbang ilmu pengetahuan.
  2. Sekolah dan kampus memulai tahun akademik mereka di musim semi atau saat mekarnya bunga Sakura. Inilah yang membuat para murid bersemangat untuk menghadapi tahun ajaran baru.
  3. Tidak ada Office Boy, sistem pendidikan di Jepang melatih siswa untuk mandiri dan membersihkan kelas dengan baik.
  4. Tingkat kehadiran siswanya 99 persen.
  5. Pelajaran tentang seni sangat diterapkan, sehingga generasi muda menghargai seni tradisional negeri sendiri.
  6. Siswa sangat antusias dengan kegiatan ekstrakurikuler, workshop di hari libur, dan les privat.
  7. Untuk menciptakan kebersamaan antara seluruh murid dan guru, mereka semua selalu makan di ruangan bersama-sama.
  8. Tidak ada yang namanya kesenjangan sosial atau membeda-bedakan satu sama lain.
Baca Juga:   Tiga Calon Direktur Polsri Bakal Bersaing Suara di Kemendikbudristek

MENUJU GENERASI 2045

Bagaimana mempersiapkan sebuah proses pendidikan agar generasi Indonesia 2045 memiliki kemampuan memadai dalam mengarungi perkembangan dan tantangan zaman?

Menuju 2045 pembangunan pendidikan generasi muda harus memberikan arahan transformasi kebijakan pendidikan untuk mempersiapkan generasi Indonesia menuju Indonesia 2045.

Visi pendidikan ke depan tidak akan kokoh bila tidak mendasarkan diri pada akar sejarah budaya bangsa Indonesia, memahami kondisi saat ini, dan tantangan pendidikan yang semakin kompleks di masa depan. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) memiliki tanggungjawab moral dan amanah untuk mempersiapkan laju transformasi dalam bidang pengembangan Standar Nasional Pendidikan agar proses dan hasil pendidikan semakin mampu mempersiapkan anak-anak Indonesia menuju masa depan gemilang, tanpa kehilangan akar sejarah bangsa, serta proaktif menanggapi tantangan yang terjadi di lingkup nasional dan global.

Kompetensi fundamental yang perlu dikembangkan oleh anak-anak Indonesia agar dapat menyongsong Indonesia 2045 dengan lebih penuh percaya diri. Kompetensi ini hanya akan bisa terbentuk ketika sistem dan kebijakan pendidikan sungguh-sungguh mampu mengadaptasi dan mentransformasi pengalaman belajar anak-anak Indonesia sesuai dengan kekuatan dan keunikan minat, bakat, dan panggilannya bagi bangsa Indonesia. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button