BanyuasinMubaPalembangSUMSEL

GERAMM Desak BBPJN Sumsel dan Pemerintah Bertangungjawab Soal Kerusakan Jalinteng dan Jalintim Sumsel

Editor: Seno Akbar

JITOE – Warga Musi Banyuasin mengeluhkan kerusakan Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Kabupaten Musi Banyuasin dan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Selatan; Palembang – Pangkalan Balai – Betung – Sungai Lilin – Bayung Lencir batas Provinsi Jambi yang tak kunjung diperbaiki.

Koordinator GERAMM, M. Lekat Gonzales mengatakan kerusakan jalan lintas tersebut akibat pembangunan jalan yang tidak sesuai dengan perencanaan.

“Dibangunnya jalan lintas tersebut karena perencanaannya tidak sesuai dengan kondisi tekstur tanah yang ada dan kemungkinan pengerjaan proyek perbaikan selama ini dilakukan asal-asalan saja oleh kontraktor,” kata M Lekat Gonzales

“Di samping itu banyaknya kendaraan bermuatan tonase over kapasitas melintas melebihi dari kemampuan jalan untuk dilintasi. Seperti kendaraan jenis trailer dan kendaraan truk roda banyak mengangkut batubara, sawit, getah karet dari Sekayu ke Bom Baru Palembang,” ungkap M Lekat.

“Makanya kami mendesak agar pihak BBPJN di Sumsel dapat bertanggung jawab atas kualitas jalan yang dibangun. Juga pemerintah segera mengeluarkan aturan pembatasan lintas kendaraan yang akan melintas di Jalinteng dan Jalintim tersebut,” tandas M Lekat Gonzales

Baca Juga:   Semarak Ramadhan 1443 H, KASMA BW86 Bagi-bagi Sembako

Mengutip pernyataan Eddy Santana Putra, M Lekat mengatakan akibat perencanaan pembangunan jalan yang tidak tepat lantaran kondisi sepanjang jalan yang rusak serta kondisi tekstur tanah labil dan lembek, juga dana yang dialokasikan tidak sesuai besarannya dengan volume jalan yang akan diperbaiki.

Disamping kurangnya pengawasan, baik pengawasan dalam pengerjaannya, maupun pengawasan kendaraan yang melintas dengan kondisi kemampuan jalan untuk dilintasi saat ini. Karena yang terjadi saat ini kendaraan yang melintas kategori kendaraan bermuatan tonase berat dengan daya angkut 50 hingga 100 ton milik sejumlah perusahaan angkutan Batubara, Sawit dan Angkutan getah karet.

Sebelumnya Koordinator Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa (GERAMM) Musibanyuasin M lekat Gonzalez bersama Ikatan Mahasiswa Musi Banyuasin (IMMUBA), Rusman SH, Faisal Supriyanto SE Aliansi Pemuda & Mahasiwa Sumatera Selatan (APM – Sumsel) telah mendatangi Gedung DPRD Sumsel Rabu, melaporkan tentang persoalan jalan tersebut..

Baca Juga:   Sumsel Satu-satunya Provinsi Memuat DAS dan Gambut Jadi Kurikulum Muatan Lokal

Mereka mendesak Anggota DPRD Sumsel dari Komisi V, Ir.Holda,MSI, H.Hasbi Asidiki, S.Sos, MM, Ir. Syaipul Bahri,MM, H.Askrweni,SPd MM, Dkk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Gubernur Sumsel, Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional ( BBPJN ) Wilayah Sumsel dan instansi terkait untuk berdialog dengan melibatkan Media massa dan elemen masyarakat Musibanyuasin dan daerah yang terdampak gangguan transpormasi dari jalan yang dipersoalkan. Dengan harapan selanjutnya pihak Dewan beserta Gubernur Sumsel dapat turun ke lokasi jalan yang amburadul guna melihat secara langsung kondisi jalan saat ini. Urai M Lekat.

Dari pantauan Wartawan Jitoe.com group di lapangan, banyaknya kendaraan bermuatan over tonase yang melintas salah satu penyebab kerusakan jalan. Disamping pengawasan pembatasan kendaraan yang boleh melintas belum ada.

Sementara Anggota DPRD Sumsel asal Dapil Musibanyuasin, Kartika Sandra Desi, SE terhadap berlarutnya persoalan jalan tersebut berharap pemerintah pusat dapat segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat Muba. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button