PalembangSUMSEL

DLKH Palembang Kekurangan Armada Truk Sampah

Editor: M. Anton

JITOE – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Sumatera Selatan kekurangan armada truk sampah. Hal ini disebabkan jumlah produksi sampah di kota empek-empek ini telah mencapai 1.000 ton per hari, sementara yang mampu diangkut DLHK Palembang sekitar 700-800 ton sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sukawinatan, Kecamatan Sukarami setiap harinya.

“Memang belum proporsional karena kami kekurangan armada truk sampah, yakni 121 unit untuk ratusan ton itu,” kata Kepala DLHK Palembang Akhmad Mustain di Palembang, Sabtu (27/08/2022).

Baca Juga:   Mulai 1 April 2023, Sumsel Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan

Menurut Mustain, untuk mengatasi keterbatasan jumlah angkutan tersebut Pemerintah Kota Palembang berencana akan menambah jumlah armada yang ada.

“Sudah kami bahas dengan Pak Wali Kota, dan direncanakan akan ditambah armada 10-15 unit mobil truk nantinya. Mudah-mudahan realisasinya tahun ini menyesuaikan kemampuan kas daerah,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penanggulangan Kebersihan DLHK Palembang Syaparudin mengatakan pihaknya sangat mengharapkan tambahan truk tersebut untuk mengatasi permasalahan angkutan sampah di Palembang.

Mengingat dengan keterbatasan jumlah truk yang hanya mampu mengangkut 700-800 ton sampah dari 18 kecamatan per hari itu menyisakan sekitar 200 ton yang belum terangkut ke TPA.

Baca Juga:   Meliput di BBPJN V Wartawan Harus Ajukan Proposal

“Idealnya satu kecamatan disediakan 10 truk sampah atau penambahan 70-80 unit truk lagi sehingga seluruh sampah bisa diangkut ke TPA,” kata dia.

Ia mengharapkan masyarakat untuk membuang sampah ke tempat yang sudah disediakan di setiap kecamatan supaya kebersihan dan kesehatan lingkungan tetap terjamin.

“Karena kami pastikan semua sampah itu akan terangkut ke pembuangan hanya waktu pengangkutannya saja yang butuh penyesuaian,” jelasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button