Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Hukum & HAM

213 Kasus Kriminal Terungkap dalam 15 Hari Operasi Sikat Musi 2025

×

213 Kasus Kriminal Terungkap dalam 15 Hari Operasi Sikat Musi 2025

Sebarkan artikel ini
213 Kasus Kriminal Terungkap dalam 15 Hari Operasi Sikat Musi 2025
Dok. JITOE

Palembang, JITOE.com – Lebih dari dua ratus kasus kriminal berhasil diungkap jajaran Polrestabes Palembang dalam waktu singkat. Operasi Sikat Musi 2025 yang digelar selama 15 hari sejak 5 hingga 20 Mei mencatatkan total 213 kasus yang berhasil dibongkar, mulai dari pencurian dengan kekerasan, curanmor, hingga pencurian dengan pemberatan.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, menyebut bahwa dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan kasus non-target operasi (non-TO) sebanyak 191 kasus, sedangkan 22 kasus lainnya termasuk dalam kategori target operasi (TO). Ia menegaskan keberhasilan ini sebagai bentuk nyata dari upaya penindakan dan pencegahan tindak kejahatan di wilayah hukumnya.

Baca Juga:   Terkait LP Hj. Zuraini di Reskrim Polda Sumsel Ada Terlapor Bungkam Saat Dikonfirmasi

“Operasi ini dilaksanakan selama 15 hari dan kami berhasil mengungkap 213 kasus. 191 di antaranya adalah kasus non-TO, sedangkan 22 masuk TO (target operasi),” jelas Kombes Harryo saat konferensi pers pada Sabtu (24/05/2025).

Tak hanya mengedepankan proses hukum, pihak kepolisian juga membedakan penanganan setiap kasus berdasarkan jenis pelanggaran dan kondisi pelaku. Dari ratusan kasus tersebut, sebanyak 92 kasus diproses melalui jalur hukum, sementara 128 kasus lainnya diarahkan ke program pembinaan.

Untuk pelaksanaan pembinaan, Polrestabes Palembang turut melibatkan pihak-pihak terkait. Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan, Dinsos Kota Palembang, serta keluarga atau orang tua pelaku dilibatkan langsung dalam upaya tersebut sebagai bentuk rehabilitasi sosial terhadap para pelanggar.

Baca Juga:   Kosan Dijadikan Tempat Transaksi Ekstasi, Satu Perempuan dan Pria Muda Digrebek Polisi

Pendekatan pembinaan ini dinilai penting, terutama untuk kasus yang melibatkan pelaku dari kalangan remaja atau pelaku baru. Harapannya, proses ini bisa mencegah pelanggaran berulang dan memberikan jalan keluar yang lebih baik bagi para pelaku agar tidak kembali terlibat dalam tindakan kriminal.(*)

Example 120x600