Hukum & HAM

Tiba di Rutan Pakjo, 10 Terdakwa Anggota DPRD Disambut Haru Keluarga

Reporter: Henry S.
Editor: Pudiyaka

JITOE – Dengan menggunakan rompi khusus tahanan KPK RI serta tangan diborgol, sepuluh anggota DPRD Kabupaten Muara Enim tersangka kasus dugaan penerima suap 16 paket proyek, resmi dipindahkan ke rutan Tipikor Pakjo Palembang, disambut haru oleh pihak keluarga.

Sekira pukul 15.40 Wib, Selasa (8/2/2022) sepuluh terdakwa dibawa dengan menggunakan dua mobil tahanan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

Saat turun dari mobil tahanan, para terdakwa yang dikawal oleh puluhan petugas pengawal tahanan KPK RI, disambut dengan tangis haru oleh sebagian keluarga masing-masing terdakwa yang telah menunggu di Rutan Pakjo Palembang

Baca Juga:   Jadi Sorotan KPK, Ribuan Aset Pemkot Palembang Belum Disertifikasi

Para terdakwa saat digiring menuju pintu Rutan, para terdakwa tidak sedikitpun memberikan komentar terhadap pertanyaan awak media.

Untuk diketahui, kesepuluh tersangka yakni, Indra Gani, Ishak Joharsah, Ari Yoca Setiadi, Ahmad Reo Kosuma, Marsito, Mardiansah, Muhardi, Fitrianzah, Subahan dan Piardi.

Sepuluh terdakwa anggota DPRD Kabupaten Muara Enim tersebut, didakwa JPU KPK RI dengan tindak pidana turut serta menerima uang fee dengan total Rp 2,6 miliar dari 16 paket proyek di Kabupaten Muara Enim tahun 2019.

JPU KPK RI pada persidangan sebelumnya juga membeberkan rincian jumlah aliran dana terutama yang diterima oleh para terdakwa masing-masing menerima Rp200 juta hingga Rp 300 juta.

Baca Juga:   Oknum Anggota DPRD Muba, Iwan Aldes Bantah Tudingan Pelapor Dirinya

Atas perbuatannya tersebut, oleh JPU KPK RI para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan Primer Pasal 12 huruf a atau Subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button