Palembang, JITOE.com – Dua landmark terkenal di Kota Palembang, yaitu pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) dan bundaran air mancur di depan Masjid Agung, akan menjalani penataan besar-besaran. Rencana ini digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kota Palembang untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai pusat wisata dan kebanggaan kota.
Revitalisasi ini akan dilakukan menggunakan dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumsel. Pelataran BKB nantinya akan dibenahi agar tampil lebih modern dan nyaman untuk dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun wisatawan.
Asisten II Setda Sumsel Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Basyaruddin Akhmad, menjelaskan bahwa pembaruan di BKB akan meliputi berbagai fasilitas penunjang seperti tempat duduk, area ngopi, hingga pembangunan mushala yang berlokasi dekat River Side.
Selain sebagai tempat wisata sejarah, kawasan BKB ke depan diharapkan bisa berfungsi sebagai ruang publik yang nyaman untuk berkumpul, bersantai, maupun beraktivitas masyarakat kota.
Sementara itu, bundaran air mancur di jantung kota juga akan dirombak dengan konsep yang unik dan penuh makna. Bundaran ini nantinya akan dijadikan ‘Titik Nol Kota Palembang’ dan dipercantik dengan desain yang memadukan unsur budaya lokal dan semangat globalisasi.
Di bagian bawah struktur bundaran, akan dipasang ornamen berbentuk uliran besi sebagai representasi dari keragaman suku di Sumsel.
“Uliran besi yang melambangkan keragaman suku di Sumsel dan akan diikat pakai songket,” jelas Basyaruddin Selasa (13/05/2025).
Sedangkan di bagian atas, akan dipasang elemen berbentuk bola dunia yang melambangkan era keterbukaan dan perkembangan global.
“Dipercantik juga dengan lighting, jadi akan terlihat indah saat malam hari,” katanya.
Tampilan baru bundaran air mancur ini nantinya bisa langsung dinikmati oleh pengendara dan pejalan kaki yang melintas dari arah Jembatan Ampera menuju Masjid Agung. Harapannya, kawasan ini akan menjadi daya tarik visual baru bagi kota.
Meskipun rancangan telah disusun, realisasi proyek ini masih menunggu kesiapan dari Pemerintah Kota Palembang. Basyaruddin memastikan bahwa bantuan dana dari gubernur akan disalurkan setelah proses administrasi selesai. Targetnya, pengerjaan bisa dimulai tahun ini.(*)












