NasionalPertanian

Yuk, Kenali Daun Eucalyptus yang Disebut Ridwal Kamil Wanginya Keluar dari Jasad Eril

JITOE – Mungkin banyak dari kita yang penasaran dengan daun Eucalyptus yang baru-baru ini disebut Ridwan Kamil wanginya seperti jasad putra sulungnya Eril (Emmeril Kahn Mumtadz ) yang ditemukan di Bendungan Engehalde, usai 14 hari menghilang terseret arus Sungai Aare, Swiss, pada Kamis (26/5/2022).

Dengan ditemukan jasad putranya, membuat Ridwan Kamil ikut mengucapkan rasa syukur yang diungkapkan melalui unggahan Instagram.

“Dan MASYA ALLAH, Walau sudah lewat 14 hari, jasadnya masih utuh. Lengkap tidak kurang satu apapun, wajah rapi menengok ke kanan dan saya bersaksi, jasad Eril wangi seperti wangi daun eucalyptus,” tulis Kang Emil lewat akun Instagram-nya, @ridwankamil.

Wangi daun eucalyptus yang dituturkan oleh Ridwan Kamil dalam unggahannya membuat publik penasaran dengan makna di baliknya.

Banyak orang Indonesia yang menyamakan daun ini dengan daun kayu putih padahal sebenarnya kedua tumbuhan ini merupakan jenis berbeda.

Eucalyptus, nama ilmiah dari tanaman eukaliptus adalah tanaman asli Australia yang juga banyak ditemukan di Papua Nugini, Indonesia, sampai Filipina.

Melansir dari Medical News Today, tanaman eukaliptus tidak tahan dengan cuaca dingin. Inilah mengapa eukaliptus hanya tumbuh di daerah-daerah subtropis dan tropis. Beberapa bagian dari tumbuhan eukaliptus memiliki banyak manfaat. Mulai dari akar, batang, sampai daunnya.

Eucalyptus merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sering digunakan untuk pengobatan. Manfaat paling besar dari Eucalyptus adalah minyak dari perasan daunnya yang berbentuk oval.

Baca Juga:   Penetapan Harga TBS Periode 09 – 18 Februari 2022

Eucalyptus berdaun kasar dan sering menggantung miring atau vertikal yang bisa mencapai ketinggian sekitar 90 meter.
Daunnya mengandung minyak aromatik yang mudah menguap dan dikenal sebagai minyak kayu putih.

Selain itu, eucalyptus memiliki segudang manfaat untuk pengobatan dan bahan minuman seperti teh yang aman dikonsumsi.

Melansir dari gardeningknowhow, pohon Eucalyptus termasuk salah satu pohon purba. Fosil pohon ini sempat ditemukan pertama kali di kawasan Amerika Selatan.

Dari hasil penelitian, fosil Eucalyptus diduga berasal dari zaman Eosen awal atau zaman 54 hingga 38 juta tahun lalu. Pada zaman ini, jenis fosil yang ditemukan sangat sedikit.

Fosil daun itu sendiri ditemukan di Laguna del Hunco di provinsi Chubut di Argentina. Fosil sama kemudian juga ditemukan di Miosen, Selandia Baru.

Namun sejumlah peneliti meyakini bahwa daun Eucalyptus saat ini merupakan hasil dari fosil yang ditemukan di Miosen, Selandia Baru. Selain di Miosen, fosil pohon ini juga ditemukan di New South Wales, Australia dan diduga berusia 21 juta tahun lalu.

Daun ini sendiri baru dikenal publik saat Joseph Banks dan Daniel Solander tiba di Botany Bay bersama Kapten James Cook pada 1770.

Saat berada di dekat Sungai Endeavour, ketiganya menemukan salah satu spesies yang diyakini masih satu fam dengan Eucalyptus.

Pada 1777, pada ekspedisi ketiganya, Cook bersama David Nelson kembali mengumpulkan daun ini dan membawa spesimen itu ke British Museum di London. Ialah ahli botani asal Prancis, L’Héritier yang kemudian menamai daun oval yang wangi ini dengan sebutan Eucalyptus.

Baca Juga:   Tentang Pandemi Hingga Pengajian Virtual

Nama Eucalyptus berasal dari akar kata bahasa Yunani, Eu dan Calyptos yang berarti baik dan tertutup.

Karena daunnya yang begitu wangi, daun Eucalyptus juga kerap dimanfaatkan untuk diseduh bersama teh dan aman untuk dikonsumsi.

Tak hanya itu, daun Eucalyptus yang kering juga bisa dihancurkan, lalu disuling untuk mendapatkan minyak esensial yang saat diekstraksi dan diencerkan dapat digunakan sebagai obat.
Sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa jasad putra sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril masih dalam keadaan utuh saat ditemukan oleh pihak kepolisian Bern, Swiss.

Ridwan Kamil juga menjelaskan bahwa jasad Eril mengeluarkan wangi, wangi seperti daun eucalyptus.

“dan MASYA ALLAH, Walau sudah lewat 14 hari, jasadnya masih utuh lengkap tidak kurang satu apapun, wajah rapih menengok ke kanan dan saya bersaksi, jasad Eril wangi seperti wangi daun eucalyptus” tulis Ridwan Kamil. ‘

Terbaru, Ridwan Kamil setelah memandikan jasad Eril di rumah sakit Bern, Swiss mengatakan penjelasan ilmiah mengapa jasad putranya tersebut tetap utuh.

“Penjelasan ilmiah kenapa jasadnya utuh: Sungai Aare yang sedingin kulkas dan minim fauna, membuat jasadnya terjaga setengah membeku sehingga tetap utuh lengkap walau berada di dasar sungai selama 14 hari,” papar Kang Emil. (*)

Editor: M. Anton

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button