Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
PalembangSUMSEL

Warga Palembang Dilaporkan Meninggal di Phnom Penh, Bukan dari 15 PMI Viral

×

Warga Palembang Dilaporkan Meninggal di Phnom Penh, Bukan dari 15 PMI Viral

Sebarkan artikel ini
Warga Palembang Dilaporkan Meninggal di Phnom Penh, Bukan dari 15 PMI Viral

Palembang, JITOE.com – Di tengah proses pemulangan 15 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sumatera Selatan yang masih tertahan di Kamboja, muncul kabar duka dari Phnom Penh. Seorang warga Palembang berinisial ME (28) dilaporkan meninggal dunia saat bekerja di negara tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel, Indra Bangsawan, membenarkan adanya laporan kematian PMI asal Palembang itu. Ia menjelaskan korban tidak termasuk dalam kelompok 15 PMI yang sebelumnya ramai diberitakan dan sedang dalam proses fasilitasi pemulangan.

“Iya, benar. Tapi tidak termasuk dari 15 orang itu,” kata Indra, Sabtu (21/02/2026).

Menurut data paspor, ME tercatat sebagai kelahiran Palembang dan berdomisili di Kecamatan Kalidoni. Informasi awal yang diterima menyebutkan ia telah berada di Kamboja sejak Oktober 2025 untuk bekerja.

Baca Juga:   Herman Deru: Sumsel Rugi, Kendaraan Tambang Tak Berpelat BG

Laporan sementara menyebutkan korban ditemukan meninggal dunia di lantai 18 salah satu gedung di Phnom Penh. Namun, hingga kini penyebab pasti dan waktu kematian masih menunggu keterangan resmi dari otoritas setempat.

Kepala Balai Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sumatera Selatan, Waydinsyah, juga mengonfirmasi kabar tersebut. Korban diduga meninggal akibat sakit berdasarkan informasi awal yang diterima.

Dari penjelasan yang dihimpun BP3MI Sumsel, korban disebut meninggal sekitar tiga hari sebelum kabar itu diterima. Pihak keluarga, termasuk ibunda korban berinisial EMK, telah mengonfirmasi informasi tersebut.

“Yang bersangkutan meninggal dunia diduga karena sakit tiga hari lalu di tempatnya bekerja di Phnom Penh. Pihak keluarga, dalam hal ini ibunya, juga sudah mengonfirmasi kabar tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:   Usai Ditelpon Presiden, Dirut PLN Inspeksi Langsung ke RSUD Rupit

Berdasarkan keterangan keluarga, ME berangkat dari Palembang pada 25 Oktober 2025 menuju Medan sebelum melanjutkan perjalanan ke Kamboja bersama beberapa rekannya. Keberangkatan itu diduga tidak melalui prosedur resmi penempatan pekerja migran.

Keluarga juga menyebutkan korban memiliki riwayat penyakit maag. Meski demikian, belum ada kepastian apakah kondisi kesehatan tersebut berkaitan langsung dengan penyebab meninggalnya ME.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Alwis Gani, menyampaikan pihaknya akan membahas persoalan PMI asal Sumsel yang menghadapi masalah di luar negeri. Ia menyatakan kemungkinan akan mengundang instansi terkait untuk melakukan evaluasi bersama.

Terkait proses pemulangan jenazah, BP3MI Sumsel saat ini berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh.(*)

Example 120x600