Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
PalembangSUMSEL

Setahun HDCU, Kemiskinan Sumsel Tembus Satu Digit 9,85 Persen

×

Setahun HDCU, Kemiskinan Sumsel Tembus Satu Digit 9,85 Persen

Sebarkan artikel ini
Setahun HDCU, Kemiskinan Sumsel Tembus Satu Digit 9,85 Persen
Foto: Diskominfo Sumsel

Palembang, JITOE.com – Tingkat kemiskinan di Sumatera Selatan untuk pertama kalinya menembus satu digit, yakni 9,85 persen, dalam satu tahun kepemimpinan Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang (HDCU). Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang disorot dalam evaluasi kinerja pemerintahan daerah.

“Angka kemiskinan di Sumsel turun 9,85 persen. Ini capaian bersejarah, karena angka kemiskinan satu digit,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Selatan (Bappeda) Sumsel, Dody Eko Prasetyo.

Menurutnya mayoritas target pembangunan dalam dokumen perencanaan daerah berhasil direalisasikan, bahkan sebagian melampaui sasaran yang ditetapkan.

Selain penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2025 tercatat sebesar 5,35 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,11 persen pada periode yang sama.

Baca Juga:   Pemkot Palembang Dorong Digitalisasi Pasar

Peningkatan juga terjadi pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita. Dari target Rp80,77 juta hingga Rp80,89 juta, realisasi mencapai Rp81,50 juta. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp75,13 juta.

Indikator pemerataan ekonomi menunjukkan gini ratio berada di angka 0,298 pada 2025. Sementara indeks modal manusia tercatat 0,52 dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 74,76.

Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 3,59 persen dibandingkan sebelumnya 3,86 persen. Pada sektor lingkungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) meningkat menjadi 75,15 dari 72,69 pada tahun sebelumnya.

Kinerja infrastruktur menunjukkan tingkat kemantapan jalan provinsi bertahan di angka 91,71 persen. Pada sektor ketahanan pangan dan energi, realisasi mencapai 79,31 persen, melampaui target 77,52 persen. Rasio elektrifikasi tercatat hampir menyentuh angka penuh, yakni 99,99 persen.

Baca Juga:   Ribuan Mahasiswa Banjiri Simpang Lima DPRD Sumsel, Jalanan Macet Total

Dalam tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi memperoleh predikat BB dengan nilai 78,1. Pemerintah Provinsi Sumsel juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas laporan keuangan daerah.

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Sumsel tercatat 82,71 atau melampaui target yang ditentukan. Sementara Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) berada di angka 79,88.

Dody menyampaikan bahwa dalam satu tahun masa kepemimpinan HDCU, hampir seluruh indikator makro pembangunan menunjukkan capaian sesuai perencanaan, dengan beberapa sektor mencatatkan realisasi di atas target.(*)

Example 120x600