SUMSEL

Tiga Wartawan Senior di Palembang “Dibedah”

Jitoe.com, Palembang – Tiga wartawan senior di Palembang, Sumatera Selatan, Senen (22/01) diundang Presidium Wartawan 789 untuk ‘dibedah’ isi kepalanya guna mengetahui pemikirannya buat perkembangan dan kemajuan PWI Sumatera Selatan lima tahun ke depan.

Para Wartawan ini merupakan adalah Afdhal Ajmi Djambak, Hadi Prayogo serta Syarifuddin Basri merupakan dari tujuh wartawan yang diundang pada Debat Kandidat Ketua PWI provinsi Sumatera Selatan priode 2024-2029 yang dilaksanakan di Aula Universitas Terbuka.

Empat wartawan lainnya yang tidak hadir adalah Agus Harizal, Dwitri Kartini, Kurnaidi,  dan Richan Joe Mereka  beralasan  ada pekerjaan pada perusahaan pers tempatnya bekerja, selain ada yang mengaku daerahnya mengalami kebanjiran dan dua lagi tanpa kabar berita.

Baca Juga:   Pemkot Palembang Salurkan Bantuan Beras untuk 71.882 Warga

PLT PWI Sumatera Selatan, Anwar SY Rasuan, saat membuka Debat “Membedah Isi Kepala” Calon Ketua PWI Sumatera Selatan Periode 2024-2029 menyatakan para kandidat hendaknya menampilkan misi dan visinya dalam suasana diskusi yang hangat penuh persaudaraan. Visi dan Misi tersebut hendaknya dapat diisi, bukan hanya janji janji belaka.

“Para kandidat seyogianya tidak saling serang masalah pribadi dan hal-hal yang tidak membawa kemajuan PWI ke depan,” katanya yang mengikuti debat dari awal hingga akhir acara termasuk Direktur Universitas Terbuka Palembang, Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si.

Kandidat Afdhal, Hadi Prayogo, dan Syarifuddin Basri saat menjawab pertanyaan Moderator dan Mahasiswa serta wartawan PWI.

Direktur Universitas Terbuka Palembang menyatakan sangat mendukung kegiatan debat ini. Dia mengaku sangat kagum dengan dunia jurnalistik atas kecepatan dan ketepatan berita. Namun merasa prihatin setelah reformasi yang memberikan ruang kepada siapapun untuk mengirim berita (citizen jurnalistik). Pers menurut Meita, seperti kehilangan ruh dan kehilangan kebanggaan.

Baca Juga:   Pertamina Temukan Gas dan Kondensat di Bayung Lencir, Musi Banyuasin

“Generasi saya dahulu, banyak yang ingin menjadi wartawan,” sebutnya seraya mengatakan ada kebanggaan karena para wartawan bekerja memiliki pengetahun yang luas, berita yang cepat dan berkualitas.

Sedang Presidium Wartawan 789 diwakili H. Iklim Cahya, diawal kegiatan sambutannya mengatakan Komunitas Wartawan 789 Sumatera Selatan, menggelar kegiatan dengan niat menjaga marwah profesi wartawan sebagai kelompok intelektual. Acara dapat digelar setelah mendapat dukungan penuh Universitas Terbuka Palembang termasuk restu dari Pengurus PWI Provinsi Sumsel.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button