Palembang, JITOE.com – Pemerintah Kota Palembang mendorong para pedagang pasar tradisional untuk menyesuaikan diri dengan digitalisasi dalam berjualan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan lapak kosong di pasar tradisional sebagai pasar digital, di mana para pedagang dapat melakukan live selling untuk menjangkau lebih banyak pembeli.
Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang, Cheka Virgowansyah, menjelaskan bahwa pemerintah daerah tengah berupaya menciptakan inovasi guna memperkuat daya saing pedagang tradisional di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah kebiasaan belanja masyarakat, khususnya generasi muda yang lebih memilih transaksi secara online.
“Kita mempunyai strategi untuk para pedagang pasar tradisional, mereka harus terus mengikuti trend zaman, dengan menghadirkan pasar digital di pasar tradisional agar bisa bersaing dengan pedagang lainnya,” katanya kepada wartawan, Sabtu (15/2/2025).
Ia menekankan bahwa tanpa mengikuti perkembangan ini, pedagang tradisional akan semakin tertinggal. Seiring dengan berkurangnya kunjungan ke pasar konvensional, pedagang perlu memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pelanggan dengan lebih efektif.
Pemerintah pun telah merancang strategi pasar digital yang memungkinkan pedagang untuk berjualan secara daring, sehingga produk mereka dapat diakses oleh konsumen di berbagai tempat, termasuk di rumah maupun saat bepergian.
“Kita harus menjadi pedagang yang hadir di ruang tamu, kamar maupun dalam mobil. Pasar Digital inilah yang bisa menjangkau semuanya,” jelasnya.
Dengan penerapan sistem digitalisasi pasar, para pedagang diharapkan dapat lebih mudah melayani pembeli dan meningkatkan pendapatan. Pemkot juga akan memberikan edukasi agar para pedagang memahami manfaat serta cara berjualan secara online.(*)












