EkonomiNasional

Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah Berbasis Koperasi

Editor: Pudiyaka

JITOE – Pemerintah akan membangun pabrik minyak makan merah berbasis koperasi untuk membantu para petani sawit mengoptimalkan produksinya, supaya dapat membantu penyerapan produksi Tandan Buah Segar (TBS) dan mencegah melorotnya harga TBS.

Menteri UKM dan Koperasi (MenkopUKM) Teten Masduki menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo sudah menyetujui usulan pembangunan pabrik CPO mini dan Read Palm Oil (RPO) atau minyak makan merah.

” membahas tentang hilirisasi sawit dan salah satu yang dibahas adalah usulan pembentukan pembangunan pabrik CPO mini dan RPO red palm oil minyak makan merah. Jadi ini solusi bagi para petani yang selama ini sangat tergantung menjual TBS nya kepada industri,” ujar Teten Masduki di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/7/2022).

Baca Juga:   Pemerintah Terbitkan SKB: Pengaturan Lalu Lintas Saat Libur Isra Miraj dan Imlek 2024

Teten mengatakan pembangunan pabrik CPO mini dan minyak makan merah (RPO) ini akan menjadi solusi bagi para petani yang selama ini menggantungkan penjualan tandan buah segar (TBS) kepada industri.

Sebanyak 35% produksi minyak sawit mentah atau CPO berasal dari para petani mandiri. Menurut Teten, pembangunan pabrik minyak makan merah ini juga akan menjadi solusi bagi distribusi minyak goreng yang lebih merata ke masyarakat.

‚ÄúPresiden sudah menyetujui untuk pembangunan (pabrik) minyak makan merah berbasis koperasi. Ini saya kira akan menjadi solusi karena 35 persen produksi sawit atau CPO ini berasal dari petani mandiri, petani swadaya. Kalau dilihat dari luas lahannya 41 persen lebih,” ungkap Teten.

Baca Juga:   Subsidi BBM Kita Sudah Sangat Besar Mencapai 502 Triliun

Presiden ingin ada piloting dulu karena market minyak makan merah ini kan masih belum terbentuk karena terlanjur minyak goreng yang bening yang dikonsumsi oleh masyarakat, lanjut Teten Masduki.

Teten Masduki mengklaim minyak makan merah jauh lebih sehat dibanding minyak goreng bening. “Padahal yang merah itu justru jauh lebih sehat dan dapat juga bisa dipakai untuk program stunting,” tuturnya.

Kendati demikian, Teten menyebut, pemerintah masih akan mematangkan kajian terkait rencana pembangunan pabrik minyak makan merah tersebut. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan yaitu pasar minyak makan merah di Indonesia masih belum terbentuk. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button