Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
BanyuasinSUMSEL

Panen Raya Padi IP 200 Banyuasin Tembus 8 Ton Per Hektar, Gubernur: Harus Konsisten!

×

Panen Raya Padi IP 200 Banyuasin Tembus 8 Ton Per Hektar, Gubernur: Harus Konsisten!

Sebarkan artikel ini
Panen Raya Padi IP 200 Banyuasin Tembus 8 Ton Per Hektar, Gubernur: Harus Konsisten!

Banyuasin, JITOE.com – Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat kedaulatan pangan menunjukkan dampak nyata. Pada Jumat (25/07/2025), Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Staf Khusus Menteri Pertanian RI, Prof. Herodian, turun langsung ke lapangan untuk mengikuti panen raya Padi IP 200 di Desa Majuria, Kecamatan Karang Agung Ilir, Kabupaten Banyuasin.

Panen raya ini menegaskan kembali peran Banyuasin sebagai salah satu daerah penghasil beras utama di Indonesia. Dengan capaian produktivitas antara 7,8 hingga 8 ton per hektare, menurut Gubernur Sumsel, sudah tergolong tinggi dan melebihi rata-rata nasional.

“Ini hasil luar biasa, tapi jangan puas dulu. Konsistensi harus dijaga,” tegas Herman Deru.

Dia menjelaskan hasil tertinggi tersebut merupakan bukti bahwa pendampingan dan manajemen pertanian yang disiplin mampu mendongkrak produktivitas secara signifikan. Sebaliknya, saat petani mulai abai terhadap proses tanam, pengairan, dan pemupukan, hasil panen bisa langsung menurun.

“Dulu produktivitas kita pernah tembus 14 ton per hektare berkat pendampingan. Tapi saat petani tidak disiplin, hasilnya turun drastis. Jadi kuncinya adalah konsistensi dan kedisiplinan,” kata Deru mencontohkan.

Baca Juga:   1.852 Personel Kepolisian Sumsel Dikerahkan Hadapi Puncak Arus Mudik 19-20 April 2023

Pemprov Sumsel menekankan pentingnya menjaga kemandirian pangan. Dalam sambutannya, Herman Deru menyatakan komitmen pemerintah pusat dan daerah bahwa bangsa tidak boleh bergantung pada impor jika memiliki sumber daya yang cukup. Ia menyebut, memenuhi kebutuhan sendiri adalah soal harga diri nasional.

“Jangan sampai kita gagah tolak impor, tapi kekurangan stok. Kita harus jadi negara yang bisa produksi sendiri,” seru Herman Deru.

Data dari Kementerian ATR/BPN tahun 2024 mencatat luas baku sawah di Sumsel mencapai 519.414 hektare. Kabupaten Banyuasin menyumbang luas terbesar, yaitu 189.345 hektare, disusul OKI dengan 105.436 hektare. Kondisi ini mengukuhkan posisi Sumsel sebagai salah satu lumbung padi nasional.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian, produksi gabah kering giling di Banyuasin mencapai 948.089 ton. Angka ini menjadikan Banyuasin sebagai produsen padi terbesar di Sumsel dan peringkat keempat secara nasional. Kabupaten OKU Timur dan OKI berada di posisi berikutnya.

Baca Juga:   Cegah Penyelewengan, Disdag Sumsel Awasi Ketat Distribusi Elpiji 3 Kg

Di sela panen, sejumlah aspirasi petani disampaikan secara langsung, mulai dari kebutuhan alat panen seperti combine harvester dan traktor, hingga sarana penunjang seperti tanggul serta fiber penghalau hama tikus. Pemprov menyatakan telah memenuhi sebagian permintaan, dan berkomitmen mengkaji permintaan lainnya.

Melalui skema APBN dan APBD, Sumsel telah menyalurkan bantuan pertanian untuk sekitar 110.000 hektare lahan. Termasuk di dalamnya program cetak sawah rakyat (CSR) seluas 48.000 hektare serta optimalisasi lahan 32.747 hektare. Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga dikucurkan melalui Brigade Pangan.

Staf Khusus Mentan RI, Prof. Herodian, menyampaikan dukungan terhadap upaya Sumsel memperkuat ketahanan pangan. Ia mengatakan kementerian akan memfasilitasi kehadiran Pertamina di Karang Agung Ilir untuk meringankan biaya operasional petani lewat subsidi BBM.

“Kami targetkan tahun ini perluasan sawah di Sumsel mencapai 100.000 hektar. Kami optimis Banyuasin bisa mendukung Sumsel jadi produsen beras nomor satu di Indonesia,” pungkas Prof. Heronian.(*)

Example 120x600