JITOE.com – Di tengah konflik bersenjata yang menelan korban jiwa, warganet Thailand dan Kamboja justru terlibat dalam “perang” baru di media sosial. Komentar pedas hingga tagar saling tuding kini meramaikan ruang digital dan berisiko memperkeruh ketegangan diplomatik kedua negara.
Kemarahan publik terlihat mencuat usai bentrokan pekan lalu yang menewaskan lebih dari selusin orang dari dua belah pihak. Sementara pemerintah masing-masing masih berusaha menahan eskalasi di lapangan, warganet dari kedua negara justru sibuk membalas unggahan satu sama lain, bahkan menyeret isu lama soal warisan budaya, wilayah, hingga makanan tradisional.
Pernyataan dari salah satu pengguna asal Kamboja yang menuduh militer Thailand sebagai pihak yang pertama menembak langsung memicu perdebatan panas. Warganet Thailand membalas keras, bahkan menyeret isu penipuan daring yang disebut banyak beroperasi dari Kamboja.
Tagar seperti #CambodiaOpenedFire mendadak viral di Thailand, sementara warga Kamboja melawan dengan tagar tandingan “Thailand opened fire.” Perang tagar ini makin memperlihatkan betapa sentimen nasionalisme di dunia maya bisa sama panasnya dengan konflik bersenjata.
Kondisi tersebut memantik keprihatinan sejumlah pihak. Organisasi jurnalis dari kedua negara sampai mengeluarkan pernyataan bersama, meminta publik agar tidak mudah terpancing provokasi dan lebih bijak saat membagikan informasi yang belum terverifikasi.
Di tengah ketegangan bersenjata yang belum mereda, media sosial kini menjadi arena baru yang tak kalah bising. Konflik virtual ini dikhawatirkan akan memperpanjang luka antara dua bangsa yang sejarahnya sudah lama diwarnai sengketa perbatasan dan perebutan simbol budaya.












