PalembangSUMSELTravel

Meluncur, Feeder LRT Musi Emas dan BRT, Angkutan Baru Palembang Gratis Naik Sampai Desember

JITOE – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi meluncurkan layanan angkutan umum feeder Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) Palembang pada hari Sabtu (11/06/2022).

Feeder adalah angkutan yang mensuplai orang-orang menuju ke stasiun LRT Palembang. Layanan ini dibuat gratis hingga bulan Desember.

Pada awal operasional, Feeder LRT Palembang dibuat interconnected, beroperasi di dua rute yakni lintas Talang Kelapa – Talang Buruk via Asrama Haji dengan panjang rute 20,4 km dan lintas Asrama Haji – Sematang Borang via jalan Noerdin Panji dengan panjang rute 40.2 km.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan ada 13 stasiun LRT dari Bandara sampai stadion Jakabaring.

“Di titik-titik itu ada satu pekerja, ini satu jurusan lintasannya harus dilengkapi dengan lintasan yang tegak lurus, makannya kita buat angkot bahasa Inggris-nya feeder,” kata Budi.

Selain feeder, Kemenhub juga meluncurkan BRT atau bus rapid transit sebagai angkutan transportasi umum penghubung menuju stasiun LRT.

Baca Juga:   Dewan Rekomendasikan 26 Item Terhadap LKPJ Wako Palembang TA 2021

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan baik feeder maupun BRT tidak akan dikenakan biaya.

“BRT dan feeder gratis. Supaya mereka merasakan dulu mudahnya, nikmatnya, dan cepatnya, efektifnya naik LRT ini,” ujar Deru.

Ia mengatakan banyak masyarakat Palembang yang belum mengetahui kemudahan menggunakan LRT sebagai moda transportasi sehari-hari. Dengan jumlah pengguna alat transportasi pribadi yang makin bertambah, menurutnya penggunaan LRT Palembang harus terus disosialisasikan untuk menghindari macet dan polusi di kota tersebut.

“Feeder-nya pakai AC. Aku anjurkan naik MRT, kan macet sekarang ini mobil yang makin banyak,” papar Deru.

Pada bulan Maret 2022 Kemenhub telah mencanangkan Gerakan Nasional Kembali Ke Angkutan Umum yang dilaksanakan di kota Palembang.

Kota Palembang menjadi contoh transportasi yang lengkap dan terintegrasi di Indonesia, karena memiliki angkutan umum yang lengkap mulai dari BRT, LRT, angkot, sampai ke angkutan sungai yang saling terhubung.

Baca Juga:   Waspada Fenomena Pancaroba, Sumsel Masuki Awal Musim Hujan

Berdasarkan data, angka pengguna LRT Sumsel kian meningkat. Pada tahun ini hingga Mei 2022 penumpang LRT Sumsel telah mencapai 350 ribu penumpang. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan dengan masa pandemi yang mencapai 150 ribu penumpang.

Begitupun dengan tingkat keterisian BRT Trans Musi sudah mencapai 55 persen lebih setelah dilakukan penataan dan rerouting rute angkutan umum di Palembang.

Selain mengurangi kemacetan dan polusi udara, kehadiran angkutan umum juga menambah lapangan pekerjaan. Penyediaan angkot feeder di Palembang sekaligus juga merekrut sebanyak 60 orang pengemudi.

Turut hadir Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Staf Utama Bidang Perhubungan Darat dan Konektivitas Budi Setiyadi, Anggota DPR RI Eddy Santana Putra, dan Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Suharto. (*)

Editor: M. Anton

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button