Palembang, JITOE.com – Upaya mempercepat penanganan sejumlah ruas jalan nasional mulai dilakukan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan menjelang puncak mobilitas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Perbaikan dilakukan lebih awal karena ruas-ruas tertentu kerap menjadi titik rawan kemacetan dan keluhan pengguna jalan pada masa liburan.
“Ini untuk memastikan kenyamanan para pengendara saat arus mudik natal dan tahun baru,” kata Kepala BBPJN Sumsel Panji Krisna Wardana.
Dia menyampaikan pengerjaan pemeliharaan dan preservasi dilakukan merata di beberapa titik strategis. Sejumlah ruas disebut masuk daftar prioritas, seperti jalur Palembang–Tanjung Api Api (TAA), Palembang–Betung, dan Mangunjaya–Muara Beliti.
Panji menjelaskan ruas Palembang–Betung—yang sebelumnya ramai dibicarakan karena padat dan rusak di beberapa titik—telah memperoleh anggaran dan sedang dikerjakan. Ia menambahkan bahwa antisipasi bencana serta lonjakan kendaraan selama Nataru juga telah disiapkan.
Di sisi lain, Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional I Wilayah Sumsel Alfredo menyebut preservasi tetap dilakukan karena masih ditemukan kerusakan minor pada jalan nasional. Untuk jalur Palembang–TAA sepanjang hampir 70 kilometer, ada empat segmen sepanjang tiga kilometer yang sedang ditangani dan ditargetkan tuntas pada akhir 2025.
“Kami berharap pada pertengahan hingga akhir Desember seluruh penanganan kritis tuntas, sehingga masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman saat libur Nataru,” ujar Alfredo.
Alfredo menjelaskan kondisi jalur Palembang–TAA secara umum masih cukup baik, meski titik kerusakan lebih banyak berada di perbatasan Palembang–Banyuasin, tepatnya di kawasan Gasing. Segmen dari Gasing menuju Pelabuhan TAA saat ini dinilai sudah dalam kondisi mantap, dan pekerjaan peningkatan telah dimulai sejak malam sebelumnya.
Sementara itu, pekerjaan pada ruas Mangunjaya–Muara Beliti belum berjalan karena masih menunggu penetapan tender. Meski demikian, Alfredo memastikan seluruh jaringan jalan nasional di Sumsel yang mencapai sekitar 1.500 kilometer akan dijaga agar tetap layak dilalui saat libur akhir tahun tiba.
Rangkaian pemeliharaan yang dilakukan tidak hanya menyasar badan jalan, namun juga drainase, bahu jalan, jembatan, hingga pembabatan vegetasi di sepanjang jalur. Penanganan dilakukan mulai dari patching, rehabilitasi skala kecil, perbaikan skala besar, hingga rekonstruksi.
Ruas Palembang–Betung ikut menjadi perhatian karena sering memicu kepadatan, terutama di Simpang Y Sukajadi yang menyempit menjadi dua jalur dua lajur. Kontur jalan dari Km 12 hingga Km 22 yang naik turun serta kehadiran kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) turut membuat aliran lalu lintas tersendat.
Alfredo berharap kebijakan pembatasan ODOL bisa diterapkan lebih cepat agar perjalanan masyarakat di jalur tersebut dapat berlangsung lebih aman dan lebih lancar, terutama memasuki masa libur panjang akhir tahun.(*)












