Palembang, JITOE.com – Produk santan beku dari Sumatera Selatan semakin kokoh menancapkan eksistensinya di pasar global. Tahun ini, sebanyak 50 ton santan beku dipastikan lolos uji karantina dan siap dikapalkan menuju China.
Pemeriksaan ketat dilakukan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel di gudang penyimpanan sebelum pengiriman ke pelabuhan. Proses tersebut meliputi verifikasi dokumen, pengecekan kondisi fisik kemasan, hingga memastikan pengolahan berjalan higienis. Hasilnya, produk dinyatakan aman dan layak ekspor.
“Kami pastikan setiap komoditas ekspor dari Sumsel, termasuk santan beku, sehat, aman, dan layak dikonsumsi. Ini penting agar produk kita dapat terus diterima dan bersaing di pasar global,” kata Kepala Karantina Sumsel, drh Sri Endah Ekandari, Sabtu (23/08/2025).
Ia juga menjelaskan, santan beku termasuk kategori media pembawa sesuai aturan Badan Karantina Indonesia Nomor 5 Tahun 2025, sehingga pengawasan dilakukan lebih ketat. Langkah ini tidak hanya menjaga kualitas, tetapi juga melindungi reputasi produk dalam negeri di mata dunia.
Santan beku sendiri kini menjadi salah satu komoditas unggulan baru dari Sumsel. Sepanjang 2024, ekspor mencapai 1.129 ton dengan nilai sekitar Rp27,11 miliar, mayoritas dikirim ke Hongkong dan China.
Tren positif berlanjut pada 2025. Hingga Juli, total 212 ton santan beku atau setara Rp5,87 miliar sudah resmi diekspor. Angka ini diyakini terus bertambah seiring meningkatnya permintaan global.
“Kami optimistis ekspor santan beku dari Sumsel akan semakin besar ke depan,” ujar Sri Endah.(*)












