Pertanian

Celah Bisnis Talas Pandeglang Menggiurkan Telah Menyebar Ke Sumatera

Editor: Pudiyaka

JITOE – Talas Beneng (talas yang besar dan kuning dari istilah dalam bahasa Sunda) awalnya merupakan tanaman liar di daerah Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, kemudian oleh masyarakat sekitar dikembangkan menjadi bahan pangan alternatif sebagai pangan cemilan yang diolah menjadi berbagai macam produk turunan dari kripik, roti, kue, sampai mie, sehingga talas beneng ini merupakan komoditi kearifan lokal yang bisa mensubtitusi kebutuhan gandum, sehingga sangat memungkinkan menjadi salah satu produk pangan penting yang akan dapat berpartisipasi untuk menghemat devisa negara.

Saat ini talas Beneng telah menjadi komoditas ekspor yang menggiurkan, sebagai contoh salah seorang mantan sekurity dari sebuah perusahaan Andi Maulana yang tinggal di kabupaten Pandeglang dengan kejeliannya saat ini telah sukses membuka celah usaha Talas Beneng dengan berhasil mengekspor daun talas beneng kering sebanyak 20 ton per bulan dengan tujuan ekspor ke Belanda, Australia dan Selandia Baru. Kemudian tiap bulan bisa mengekspor gaplek talas beneng tiap bulan sebanyak 40 ton ke India dan 50 ton ekspor ke Turki. Dengan usaha tersebut Andi Maulana mempunyai penghasilan ratusan juta rupiah per bulan, yang didukung sebanyak 32 karyawan yang dipekerjakan.

Baca Juga:   Program Peremajaan Sawit Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin Sukses

Budidaya talas Beneng di Pandeglang telah berkembang dengan luasan ratusan hektar, dan terus menyebar ke sekitarnya sampai Provinsi Jawa Tengah. Bahkan kini telah menyebar ke Pulau Sumatera, berkembang pesat di Provinsi Lampung oleh Usaha Talas Jaya Makmur dan menjalar terus ke Sumatera Selatan oleh Kustanto di lahat, Ari di Banyuasin, juga ke Sumatera Utara bahkan sampai Aceh.

Keunggulan talas Beneng ini selain mudah dibudidayakan, tidak terserang penyakit dan hasilnya sangat tinggi dalam waktu satu tahun hasilnya bisa mencapai lebih 100 ton per hektar. Lebih hebatnya lagi, talas ini tidak hanya berkembang ditingkat budidaya, bahkan berlanjut berkembang ke sektor usaha UKM, industri pengolahan, sampai membentuk sistem kemitraan dan dikembangkan menjadi produk turunannya, antara lain seperti tembakau daun talas, gaplek talas, tepung talas dan pangan olahan yang sangat berperan sebagai pengganti gandum. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button