Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Refleksi

Ketika pemuda Nasrani bertemu Rasulullah di Thaif

×

Ketika pemuda Nasrani bertemu Rasulullah di Thaif

Sebarkan artikel ini
Rombongan Peserta Momen Umroh Service sangat mendengarkan pnejelasan Ustad Sabil di AwaIi
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Addas, seorang pemuda Nasrani dari Ninawa (Irak sekarang), yang menjadi saksi menyentuh dalam perjalanan Rasulullah ﷺ ke Thaif — kisah yang sangat mengharukan dalam sejarah dakwah Islam.

Tersentuh Hati oleh Rasulullah ﷺ
Setelah Rasulullah ﷺ ditolak dengan sangat keras oleh penduduk Thaif — dicaci, dihina, dan dilempari batu hingga darah mengalir dari kakinya — beliau berlindung di sebuah kebun milik Utbah dan Syaibah bin Rabi‘ah, dua saudara dari suku Quraisy yang saat itu sedang berada di sana.

Dalam keadaan sangat letih, Rasulullah duduk di bawah sebatang pohon anggur. Dengan hati  luka, beliau menengadahkan tangan dan berdoa dengan kalimat yangpenuh menggetarkan hati:

“Ya Allah, kepada-Mu aku mengadu tentang kelemahanku, tentang kurangnya daya upayaku, dan tentang kehinaanku di hadapan manusia. Engkau adalah Tuhan orang-orang yang lemah, Engkaulah Tuhanku. Kepada siapa Engkau serahkan aku ini?…”

Doa itu mengalir tulus dari hati seorang utusan yang sedang terluka, tapi masih penuh kasih dan harap pada Allah.

Rombongan Peserta Momen Umroh Service saat mendapat pengarahan dari Ustad Sabil di Teater Awaliv Internasional Hotel
Rombongan Peserta Momen Umroh Service saat mendapat pengarahan dari Ustad Sabil di Teater Awaliv Internasional Hotel

Melihat keadaan Rasulullah ﷺ yang begitu menyedihkan, Utbah dan Syaibah merasa iba. Mereka memanggil seorang budak mereka yang bernama Addas, dan berkata:

Baca Juga:   Syukur yang Sering Terlambat

“Bawakan setangkai anggur itu, dan berikan kepada orang itu.” kata Ustadz Sabil, pemandu dari Momen Umroh Service berkeliling kota Sabtu, 4 Oktober 3025, mengisahkan perjuangan Nabi Muhammad di kota ini.

Addas lalu menghampiri Rasulullah ﷺ dan menyodorkan buah anggur tersebut. Rasulullah menerimanya dengan lembut sambil mengucapkan:

“Bismillāh.”

Addas heran mendengar kalimat itu, karena orang-orang di Thaif tidak biasa menyebut nama Allah sebelum makan.

Addas pun bertanya penuh rasa ingin tahu:

“Kalimat apakah itu? Aku belum pernah mendengarnya dari orang-orang di negeri ini.”

Rasulullah ﷺ tersenyum dan menjawab lembut:

“Itu adalah nama Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Dari mana asalmu, wahai Addas?”

Addas menjawab:

“Aku dari Ninawa.”

Mendengar itu, Rasulullah ﷺ berkata dengan bersinar:

“Dari negeri seorang hamba saleh bernama Yunus bin Matta, bukan?”

Addas terkejut dan berkata:

“Kau mengenal Yunus bin Matta?”

Rasulullah ﷺ menjawab:

“Dia adalah saudaraku. Ia seorang nabi, dan aku juga seorang nabi.”

Baca Juga:   Menginjakkan Kaki di Kota Thaif, darah perjuangan itu masih terasa

Addas pun terdiam. Ia memandangi wajah Rasulullah ﷺ lama sekali — ada sesuatu dalam tutur kata dan cahaya wajah beliau yang tak dimiliki manusia biasa.
Tanpa mampu menahan rasa haru, Addas segera mencium kepala, tangan, dan kaki Rasulullah ﷺ. Air matanya menetes.

Saat Addas kembali ke majikannya, Utbah dan Syaibah heran melihat perubahan itu dan berkata:

“Celaka engkau, Addas! Mengapa engkau mencium tangan orang itu?”

Addas menjawab dengan penuh keyakinan:

“Tidak ada di muka bumi ini orang yang lebih mulia darinya! Ia berbicara tentang hal-hal yang hanya seorang nabi yang mengetahuinya.”

Makna Mendalam dari Kisah Addas
Kelembutan Rasulullah ﷺ mampu menembus hati siapa pun — bahkan seorang budak dari agama lain.

Kata “Bismillah” yang sederhana menjadi pintu hidayah bagi Addas.

Dalam saat paling gelap, Allah menenangkan Rasulullah dengan cahaya kecil — seorang pemuda asing yang beriman.

Addas menjadi orang pertama dari Thaif yang menerima dakwah Rasulullah ﷺ. (*)

Example 120x600