Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
PalembangSUMSEL

18 Titik Karhutla di Ogan Ilir Terbanyak di Sumsel

×

18 Titik Karhutla di Ogan Ilir Terbanyak di Sumsel

Sebarkan artikel ini
18 Titik Karhutla di Ogan Ilir Terbanyak di Sumsel
ILustrasi kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel | Dok. JITOE

Ogan Ilir, JITOE.com – Ogan Ilir mencatatkan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tertinggi di Sumatera Selatan tahun ini. Dari total 24 kejadian karhutla sejak Januari hingga 3 Juli 2025, sebanyak 18 titik terjadi di wilayah tersebut. Ironisnya, hingga kini status siaga darurat bencana asap belum juga ditetapkan oleh Pemkab Ogan Ilir.

“Pemkab Ogan Ilir hingga saat ini belum menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla, informasinya sudah di meja bupati cuma belum ditandatangani saja. Kita terus dorong status di Ogan Ilir ini,” kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Sabtu (05/07/2025).

Baca Juga:   Wamentan Dorong Mekanisasi Pertanian Sumsel, Petani Bisa Panen Hingga Tiga Kali Setahun

Padahal, mayoritas kejadian terpusat di Kecamatan Indralaya Utara dengan 10 titik, disusul Pemulutan, Pemulutan Barat, Muara Kuang, Indralaya, dan Rambang Kuang.

Selain Ogan Ilir, kasus karhutla juga ditemukan di Kabupaten Lahat, Prabumulih, PALI, dan Musi Banyuasin (Muba). Di PALI, titik kebakaran terpantau di Kecamatan Abab dan Penukal Utara. Di Muba, titik karhutla berada di Sungai Keruh dan Bayung Lencir. Sementara Lahat dan Prabumulih masing-masing mencatatkan satu kejadian di Kikim Timur dan Cambai.

Sampai saat ini, tujuh daerah di Sumatera Selatan telah lebih dulu menetapkan status siaga darurat karhutla. Wilayah tersebut meliputi Banyuasin, OKI, Lahat, Muba, Muara Enim, PALI, dan Prabumulih. Pemerintah provinsi juga telah menaikkan status siaga untuk skala Sumsel secara keseluruhan.

Baca Juga:   Pantai Timur OKI dan Kikim Area Lahat Masuk Prolegnas Pemekaran

Sudirman menambahkan, daerah-daerah lain yang memiliki potensi rawan seperti OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Mura, Muratara, dan Ogan Ilir terus didorong untuk segera menyusul menetapkan status siaga agar mitigasi karhutla bisa lebih optimal.

Data dari BPBD menunjukkan total lahan terbakar saat ini telah mencapai 43,08 hektare, dan jumlah ini diprediksi bisa bertambah jika langkah antisipasi tidak segera dilakukan di wilayah rawan.(*)

Example 120x600