Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
PalembangSUMSEL

Wamentan Dorong Mekanisasi Pertanian Sumsel, Petani Bisa Panen Hingga Tiga Kali Setahun

×

Wamentan Dorong Mekanisasi Pertanian Sumsel, Petani Bisa Panen Hingga Tiga Kali Setahun

Sebarkan artikel ini
Wamentan Dorong Mekanisasi Pertanian Sumsel, Petani Bisa Panen Hingga Tiga Kali Setahun
Foto: Kominfo Palembang

Palembang, JITOE.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern. Langkah ini dilakukan melalui penerapan alat dan mesin pertanian (alsintan) di berbagai daerah, guna meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan, mekanisasi menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga mampu berdaulat pangan. Ia menyebut penggunaan alsintan mampu mempercepat proses tanam hingga panen, sekaligus membuka peluang bagi petani untuk panen lebih sering dalam setahun.

Menurut Sudaryono, transformasi ini membawa perubahan besar bagi petani. Jika sebelumnya panen hanya bisa dilakukan sekali dalam satu musim tanam, kini dengan bantuan teknologi, petani berpeluang menanam dua bahkan tiga kali dalam setahun.

“Produktivitas naik itu bukan hanya soal hasil per hektare, tapi juga seberapa sering kita bisa panen di lahan yang sama,” kata Sudaryono di Palembang, Rabu (29/10/2025).

Sudaryono menambahkan, penggunaan teknologi modern menjadi strategi penting di tengah ancaman perubahan iklim dan keterbatasan tenaga kerja. Dengan mekanisasi, petani dapat menghemat waktu, mengurangi biaya produksi, dan bekerja lebih efisien.

Baca Juga:   2023, UMK Palembang Naik 7,5%, Jadi Rp3.5 Juta

Selain membahas mekanisasi, Wamentan juga menyoroti capaian positif sektor pertanian di Sumatera Selatan (Sumsel). Ia memuji kerja sama antara pemerintah daerah dan para petani yang dinilai sudah berjalan efektif dan berdampak nyata pada peningkatan hasil panen.

“Sumsel ini luar biasa. Produksi beras meningkat. Sampai September sudah di atas 700 ribu ton. Kita patut apresiasi Gubernur, Kadis Pertanian, dan seluruh pemerintah kabupaten/kota,” tambahnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi padi di Sumsel sepanjang Januari hingga Oktober 2025 mencapai 3,3 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut mempertegas posisi Sumsel sebagai salah satu daerah penyangga utama pangan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono juga memastikan harga pupuk kini mulai stabil. Ia menyebut harga pupuk bahkan turun hingga 20 persen, sehingga diharapkan bisa meringankan beban petani menjelang masa tanam berikutnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Palembang turut menerima bantuan pertanian dari Kementan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih padi sebanyak 4,1 ton. Bantuan itu diserahkan langsung kepada Wali Kota Palembang Ratu Dewa.

Baca Juga:   Edward Candra: Dai Berperan Penting Bangun Mental Spiritual Masyarakat

Ratu Dewa menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap para petani di wilayahnya. Bantuan yang diberikan meliputi dua unit traktor, satu unit combine harvester, 21 unit hand sprayer, 4.150 kilogram benih padi, serta delapan ribu bibit buah-buahan seperti durian, alpukat, petai, dan matoa.

“Bantuan ini sangat berarti bagi petani kami. Traktor dan combine harvester akan mempercepat proses olah tanah dan panen, sehingga memungkinkan petani meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun,” kata Ratu Dewa.

Ia menambahkan, ribuan bibit buah tersebut akan disebar ke seluruh kecamatan dan kelurahan. Pemerintah kota menargetkan Palembang ke depan tidak hanya fokus pada padi, tetapi juga berkembang menjadi sentra buah unggulan lokal.

Menurut Ratu Dewa, program bantuan ini menjadi bagian dari langkah menuju pertanian modern. Dengan teknologi dan mekanisasi, petani dapat bekerja lebih cepat, efisien, dan tidak lagi bergantung pada tenaga manusia dalam jumlah besar.(*)

Example 120x600