Palembang, JITOE.com – Upaya menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Bangka lewat jalur darat selangkah lebih dekat terwujud. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung resmi menyepakati rencana pembangunan Jembatan Bahtera Sriwijaya, proyek senilai Rp13 triliun yang diyakini bakal menjadi tonggak sejarah konektivitas antarpulau di Indonesia.
Proyek ini tidak hanya menjanjikan penghubung fisik antara dua provinsi serumpun, tapi juga membuka jalur baru bagi perdagangan, pariwisata, dan mobilitas warga. Jembatan Bahtera dirancang sebagai simpul ekonomi yang akan menyatukan kawasan yang selama ini terpisah laut.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut, pembangunan ini merupakan bentuk konkret dari hubungan kekerabatan dan sejarah antara Sumsel dan Babel. Ia menegaskan bahwa perencanaan dan studi sudah digarap sejak lima tahun terakhir.
“Sumsel dan Babel itu satu rumput, satu akar budaya, dan memiliki keterikatan sejarah. Sekarang waktunya kita realisasikan mimpi besar ini bersama,” ujar Deru, Kamis (19/06/2025).
Menurutnya, berbagai pihak akan dilibatkan dalam proyek ini, mulai dari perusahaan daerah, mitra swasta, hingga pelaku UMKM. Dampaknya diperkirakan luas, tidak hanya pada sektor transportasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan kawasan pesisir dan membuka lapangan kerja.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menilai kerja sama ini menjadi langkah strategis memperkuat hubungan ekonomi lintas wilayah. Ia menyebut kunjungannya ke Sumsel juga bertujuan membentuk tim teknis bersama untuk mempercepat tindak lanjut pembangunan jembatan.
“Kami sangat antusias. Banyak hal yang bisa dikolaborasikan, terutama dalam pengembangan infrastruktur dan penguatan ekonomi lokal,” kata Hidayat.
Jembatan Bahtera Sriwijaya akan menjadi jembatan darat pertama yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Bangka. Proyek ini diyakini bakal mengubah peta konektivitas regional di bagian barat Indonesia.












