Palembang, JITOE.com – Pemerintah Kota Palembang menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan pangan dan kosmetik yang beredar di pasaran, sebagai bagian dari implementasi program “Palembang Sehat” yang menjadi atensi utama Wali Kota. Salah satu bentuk nyata komitmen itu adalah kerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang dalam hal pengawasan berkala.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menyampaikan kerja sama tersebut mencakup pengawasan terhadap sembilan bahan pokok serta produk kosmetik. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan produk-produk yang dijual di pasar memenuhi standar keamanan bagi masyarakat.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan pengawasan tidak hanya dilakukan saat momen-momen besar seperti Lebaran, Natal, atau Tahun Baru, tetapi dijadwalkan secara rutin minimal satu kali dalam sebulan di pasar-pasar yang tersebar di seluruh kota. Hal ini ditujukan agar kualitas pangan dan kosmetik tetap terjaga sepanjang waktu, bukan hanya di hari-hari besar.
“Pemeriksaan tidak hanya difokuskan saat ada hari raya atau perayaan besar. Minimal sebulan sekali, tim turun ke pasar untuk meninjau langsung kondisi pangan dan kosmetik yang beredar,” ujar Aprizal.
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Palembang, Yani Ardiyanti, menambahkan bahwa pihaknya akan mengintensifkan pengawasan terhadap produk yang dicurigai ilegal atau disalahgunakan, terutama dalam kategori pangan dan kosmetik. Langkah ini diambil agar masyarakat bisa memperoleh produk yang aman dan berkualitas.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Pemkot Palembang sangat penting, terutama dalam mengidentifikasi produk-produk yang belum memiliki izin edar atau dipasarkan tanpa memenuhi standar kelayakan.
Menurut Yani, Sekda Palembang telah menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan BBPOM, termasuk dalam menjalankan program-program prioritas yang berfokus pada keamanan konsumsi masyarakat di Palembang.
“Pemerintah Kota Palembang siap mendukung penguatan pengawasan BBPOM, terutama dalam aktivitas yang menjadi prioritas pengamanan produk pangan dan kosmetik,” tutup Yani.(*)












