Palembang, JITOE.com – Upaya Pemerintah Kota Palembang dalam menghadapi tantangan pengangguran diwujudkan dengan menggelar bursa kerja atau job fair yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 22 hingga 23 Juli 2025. Ribuan lowongan pekerjaan disiapkan, dan kegiatan ini diharapkan mampu menarik minat para pencari kerja, khususnya kalangan muda.
Ajang bursa kerja yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Palembang tersebut melibatkan sekitar 40 perusahaan. Berbagai sektor usaha turut ambil bagian dalam merekrut tenaga kerja baru dari beragam latar belakang pendidikan dan pengalaman.
“Total ada 2.912 posisi yang tersedia dan dapat diakses oleh para pencari kerja selama pelaksanaan job fair,” ungkap Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Palembang, Ikhsan Tosni.
Menurutnya, kesempatan ini dianggap sebagai peluang strategis untuk mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan ketersediaan tenaga kerja yang masih tinggi di wilayah tersebut.
Ikhsan menyatakan job fair ini bukan hanya sekadar agenda tahunan, namun juga bagian dari solusi nyata dalam menekan angka pengangguran yang masih cukup mencolok. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan ditujukan kepada siapa saja yang ingin meningkatkan taraf hidup melalui dunia kerja.
Posisi yang dibuka pun beragam, mulai dari jabatan teknis hingga strategis seperti operator crane, branch auditor, chef, manajer, hingga sales executive. Bahkan, sejumlah posisi di bidang perbankan dan kuliner juga tersedia dalam daftar rekrutmen kali ini.
“Membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya juga bagian dari program kerja Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, Ratu Dewa-Prima Salam,” tambahnya.
Masyarakat yang tertarik untuk berpartisipasi diimbau untuk mempersiapkan dokumen lamaran dengan baik. Tidak ada pungutan biaya untuk mengikuti kegiatan ini, sehingga para pencari kerja cukup membawa berkas yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan di perusahaan yang diminati.
Pihak Dinas Ketenagakerjaan Palembang menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan kesempatan kerja yang lebih inklusif dan merata di ibu kota Sumatera Selatan tersebut.(*)












