InternasionalLifestyle

Warung Indonesia Menyerbu Dunia

Editor: Pudiyaka

JITOE – Kehadiran rumah makan yang menyuguhkan masakan khas Indonesia semakin banyak ditemui di berbagai negara, ada di Jerman, Perancis, Belanda, dan semakin banyak di Eropa, Rusia, bahkan juga sampai di Amerika Serikat dan Rusia. Rumah makan mulai dari konsep mewah seperti fine dining, restoran sederhana yang menyuguhkan masakan padang, warteg hingga warung kopi yang dengan lengkap menjual berbagai olahan masakan khas Indonesia.

Menu khas yang mencirikan Indonesia, disana ditampilkan ada ulekan, gelas dan tenda warna biru dengan menu antara lain cumi asin, terong cumi bumbu kecap, bakwan, jagung, asinan, nasi goreng, bubur ayam, mie goreng, rendang, sate, gado-gado dan minumnya teh manis, kopi, minuman sashet seperti yang ada di Indonesia, disana laku keras dengan harga berkisar US$ 2 -7 dan ternyata laris manis dalam kondisi sulit seperti saat ini.

Inilah salah satu peluang sebagai motivasi yang memungkinkan UMKM dapat melebarkan sayap ke luar negeri dengan semakin mempopulerkan kuliner nusantara, dan sekaligus sebagai ajang memperkenalkan produk asli Indonesia seperti batik untuk semakin dikenalkan ke manca negara, sekaligus juga dapat menggugah minat wisata langsung ke Indonesia.

Baca Juga:   Hadiri Pertemuan Khusus Dewan Eksekutif WHO, Retno Marsudi Sebut Israel Ubah Gaza Jadi Neraka

Rata-rata warung makan tersebut bertempat di sebuah lokasi tetap dan beroperasional secara permanen. Contohnya terobosan menarik dihadirkan oleh sebuah usaha warteg (warung tegal) asal Jakarta, di mana pemiliknya melakukan road trip untuk membuka warteg di beberapa titik kawasan Jerman, warteg yang dimaksud adalah Warpopski, menggelar tenda di Jerman.

Layaknya warung kaki lima khas Indonesia, sejak dari bulan Juni 2022, ramai berseliweran tenda dan spanduk warteg ala Indonesia, yang ternyata berlokasi di sebuah sudut salah satu kota yang ada di Jerman.

Warteg yang diketahui bernama Warpopski tersebut pertama kali terpantau berada di Kota Kassel, tepatnya kawasan Park Schönfeld. Di warteg gelaran tersebut, mereka menjajakan berbagai menu masakan rumahan khas Indonesia mulai dari tumis terong cumi, bubur ayam cakwe, bakwan sayur, capcay rebung, teri kacang bawang, dan satu yang tak boleh terlewat yakni menu andalan nasi goreng.

Baca Juga:   Inggris Surati Arab Saudi: Selama Nataru Jangan Ada Eksekusi Massal

Bukan cuma makanan, di rak-rak sudut dapur gelaran warteg tersebut juga terdapat pilihan minuman instan mulai dari kopi dan teh kemasan. Menariknya, di salah satu sudut terpal juga tergantung korek gas kecil yang diikat dengan karet. Di mana di Indonesia sendiri, rokok ini biasa dipakai oleh pengunjung warteg yang ingin merokok baik sebelum atau sesudah makan.
Tentunya selain diserbu warga Indonesia yang tinggal di Jerman, banyak juga warga lokal yang penasaran dan mencicipi hidangan warpopski. Bukan cuma itu, bahkan ada juga warga dari negara lain mulai dari Palestina, Portugal, hingga Jepang. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button