Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
MurataraSUMSEL

Viral Video Perundungan Siswi SMP di Muratara, Polisi dan Sekolah Bertindak Cepat

×

Viral Video Perundungan Siswi SMP di Muratara, Polisi dan Sekolah Bertindak Cepat

Sebarkan artikel ini
Viral Video Perundungan Siswi SMP di Muratara, Polisi dan Sekolah Bertindak Cepat

Muratara, JITOE.com – Sebuah video berdurasi tiga menit yang menampilkan aksi perundungan di SMP Negeri Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, memicu kemarahan publik. Dalam rekaman itu, seorang siswi tampak dipukul dan dijambak oleh teman sekelasnya, sementara siswa lain hanya menonton tanpa berusaha menolong.

Kasus ini langsung direspons kepolisian setelah keluarga korban melapor ke Polres Muratara. Kasat Reskrim Polres Muratara, Iptu Nasirin, membenarkan bahwa laporan sudah diterima oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Menurutnya, karena korban dan pelaku masih di bawah umur, proses hukum akan melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) agar penanganannya sesuai aturan.

“Laporan sudah kami terima dan sedang diproses Unit PPA,” ujar Nasirin, Sabtu (18/10/2025).

Baca Juga:   Hadiri Sidang Paripurna Terakhir Harnojoyo dan Fitri Minta Subuh Berjamaah dan Goro Jadi Perda

Keluarga korban berharap pelaku mendapat hukuman yang tegas agar peristiwa serupa tidak terulang. Mereka menilai tindakan kekerasan di lingkungan sekolah tidak boleh dianggap sepele. “Kami ingin ada sanksi yang jelas supaya anak-anak lain tidak jadi korban lagi,” ujar salah satu anggota keluarga korban.

Video tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai kecaman dari masyarakat. Banyak warganet geram melihat para siswa di sekitar lokasi hanya menonton tanpa berusaha menghentikan aksi kekerasan itu.

Kepala Sekolah SMP Negeri Karang Jaya, Widya Prastiyaningrum, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal dari kesalahpahaman antara dua siswi. Ia mengatakan, korban merasa sering diganggu oleh pelaku sejak duduk di kelas satu hingga akhirnya terjadi pertengkaran yang berujung pada kekerasan.

Baca Juga:   Viral Pedagang Ikan Bersujud ke Polisi

“Masalah ini muncul karena miskomunikasi di antara mereka. Namun tindakan kekerasan tetap tidak bisa dibenarkan,” kata Widya.

Pihak sekolah telah menjatuhkan sanksi skors kepada pelaku utama dan masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan siswa lain. Sekolah juga menggelar mediasi antara keluarga kedua belah pihak dengan pendampingan Dinas Pendidikan serta pemerintah kecamatan.

“Kami sudah mengambil langkah tegas. Sanksi akhir akan diumumkan Senin mendatang setelah seluruh hasil investigasi selesai,” ujar Widya.

Kasus ini menjadi perhatian banyak pihak dan diharapkan menjadi momentum bagi sekolah-sekolah lain di Sumatera Selatan untuk memperkuat pengawasan serta membangun budaya anti-kekerasan di lingkungan pendidikan.(*)

Example 120x600