Palembang, JITOE.com – Universitas Sriwijaya (Unsri) mengambil langkah tegas setelah video mahasiswa barunya diminta berciuman viral di media sosial. Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA) resmi dibekukan selama satu tahun akibat peristiwa tersebut.
Kepala Kantor Humas dan Protokol Unsri, Nurly Meilinda, menjelaskan bahwa insiden itu terjadi saat kegiatan praklining atau kerja bakti bersih-bersih yang digelar oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Pertanian. Dari hasil klarifikasi, aksi ciuman itu merupakan ide dari kakak tingkat dan dilakukan tanpa unsur paksaan.
“Usai viral kakak tingkat sudah dipanggil terkait kejadian tersebut dan dari pengakuan mereka bahwa ciuman tersebut tidak dipaksa,” kata Nurly.
Meski demikian, pihak kampus menilai tindakan itu tidak bisa dibiarkan. Selain memberikan teguran, Unsri membekukan HIMATETA serta membentuk tim investigasi khusus untuk menelusuri dugaan pelanggaran yang ada. Sanksi yang lebih berat, seperti pembinaan hingga skorsing, menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
“Jadi saat ini kejadian tersebut sedang ditelusuri oleh tim investigasi. Jika memang ada pelanggaran maka akan ada sanksi mulai dari teguran, pembinaan hingga jika berat bisa diskorsing, namun masih menunggu hasil investigasi,” tegasnya.
Sekretaris Unsri, Prof. Alfitri, menambahkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran Rektor Nomor 0003/UN9/SE.BAK.KM/2025. Dalam aturan tersebut, mahasiswa baru diingatkan agar tidak mengikuti ajakan yang berpotensi menjadi pelanggaran, termasuk kekerasan, perpeloncoan, perundungan, pelecehan seksual, maupun tindakan intoleransi.
Sebagai bagian dari proses penanganan, pimpinan Fakultas Pertanian Unsri juga sudah memanggil Ketua dan Wakil Ketua HIMATETA, Ketua Angkatan 2023, serta panitia penyelenggara kegiatan. Selain itu, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Unsri juga akan melakukan investigasi lanjutan terkait dugaan perundungan dalam peristiwa tersebut.(*)












