Palembang, JITOE.com – Upaya untuk menekan angka kekerdilan atau stunting di Kota Palembang dilakukan secara masif oleh pemerintah setempat. Salah satu langkah yang kini dioptimalkan adalah keterlibatan aktif Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diturunkan langsung ke wilayah permukiman warga, termasuk pelosok kelurahan.
Menurut Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, komunikasi yang baik antara petugas TPPS dan masyarakat sangat diperlukan agar kasus stunting bisa cepat diketahui dan ditindaklanjuti.
“Jalinan komunikasi yang baik antara petugas TPPS dengan masyarakat, dapat membantu melacak kasus stunting di wilayah 107 kelurahan dalam wilayah 18 kecamatan,” jelasnya.
Dia memaparkan bahwa stunting umumnya berawal dari kondisi gizi buruk yang dialami anak sejak usia dini, bahkan sejak dalam kandungan. Faktor ekonomi keluarga sering kali menjadi pemicu utama. Anak yang lahir dalam kondisi kekurangan gizi rentan mengalami pertumbuhan fisik yang terhambat dan perkembangan otak yang tidak maksimal.
Oleh karena itu, dengan terus diturunkannya TPPS ke lingkungan warga, diharapkan potensi stunting dapat dicegah sedini mungkin sebelum kondisinya semakin serius. Intervensi cepat dinilai penting untuk memutus siklus stunting antargenerasi.
Anggota TPPS sendiri berasal dari lintas sektor, mulai dari perangkat daerah hingga instansi terkait lainnya. Koordinasi dan sinergi antarpersonel TPPS menjadi kunci agar penanganan stunting di Kota Palembang bisa lebih terarah dan berkelanjutan.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Pemkot Palembang, angka stunting di kota ini sudah menunjukkan tren penurunan. Dalam beberapa tahun terakhir, prevalensi stunting menurun sekitar 15 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut bisa ditekan hingga berada di bawah 10 persen pada tahun 2024.
Melalui strategi jemput bola dan penguatan kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah optimis target tersebut bisa tercapai. Pendekatan ini juga diharapkan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan anak-anak di lingkungan mereka.












