Palembang, JITOE.com – Aksi dugaan pemerasan dengan modus jasa tato henna kembali muncul di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. Fenomena ini kembali ramai dibicarakan warganet setelah sebuah video unggahan akun @oy.palembang viral pada Senin (1/12/2025). Padahal kawasan pelataran BKB saat ini sedang dalam tahap renovasi.
Dalam rekaman tersebut, seorang pria memperlihatkan tato henna bergambar kalajengking di bahunya. Ukuran tato itu disebut mencapai 14 cm x 15 cm. Suara seorang wanita dalam video menjelaskan cara perhitungan tarif, yakni mengalikan ukuran tato dengan harga Rp3.000 per sentimeter. Hasilnya, pelanggan diminta membayar Rp630 ribu. Konsumen yang terekam dalam video pun terdengar keberatan.
“Payo bebenar bae,” kata konsumen tato itu.
Video itu juga menampilkan sosok wanita berkaos hitam yang diduga sebagai pembuat tato, serta narasi dari pengunggah yang mengingatkan agar kejadian serupa tidak menimpa pengunjung lain, termasuk wisatawan luar daerah.
Setelah video tersebut ramai diperbincangkan, Satpol PP Palembang bergerak menindaklanjuti laporan tersebut. Tiga orang pembuat tato—dua pria dan satu wanita berinisial HS, AU, dan WE—diamankan untuk dimintai keterangan. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (30/11/2025) malam dan langsung menjadi perhatian publik.
Kasat Pol PP Palembang, Herison, menyampaikan ketiganya mengaku harga telah disepakati sebelumnya oleh konsumen. Mereka menyebut tarif tato dihitung berdasarkan ukuran dengan biaya Rp3.000 per sentimeter, dan menyatakan telah menjelaskan hal tersebut sebelum pengerjaan.
“Ya benar, usai kejadian kita amankan tiga orang untuk dimintai keterangan,” kata Herison, Rabu (3/12/2025).
“Berdasarkan keterangan mereka, sudah memberitahukan (konsumen) sebelum dibuatkan tato biaya yang akan dikeluarkan dan sama sama sepakat,” ungkapnya.
Petugas kemudian mendata dan memberikan peringatan kepada ketiga pelaku agar lebih transparan soal tarif jasa yang ditawarkan. Setelah proses klarifikasi selesai, mereka dilepaskan dengan catatan tidak mengulangi tindakan serupa.
Kasus ini bukan yang pertama terjadi di kawasan BKB. Meski sering diamankan, para pelaku jasa tato keliling tetap muncul dan kembali beraktivitas di area wisata tersebut.(*)












