Empat Lawang, JITOE.com – Dugaan keracunan yang menimpa delapan siswa SD di Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, membuat pihak sekolah yang pertama kali menerima makanan, pihak dapur, dan Satuan Pengawas Pangan dan Gizi (SPPG) dipanggil untuk dimintai keterangan oleh kepolisian. Selain itu, pengantar makanan dan penyedia suplai bahan pangan juga turut diperiksa sebagai bagian dari upaya mengungkap penyebab kejadian tersebut.
Kapolres Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan informasi lengkap terkait distribusi dan pengolahan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sepanjang ini yang sudah kita minta keterangan, itu sekitar lima orang, mulai dari pengantarnya, pihak sekolah yang menerima pertama kali, pihak dapur, dan SPPG serta penyuplai. Kami masih menunggu hasil dari BPOM,” kata AKBP Abdul Aziz, Kamis (20/02/2024).
Sebagai langkah pencegahan, aktivitas katering yang menjadi vendor penyedia makanan untuk program MBG dihentikan sementara hingga hasil laboratorium keluar. Meskipun ada laporan bahwa makanan tampak basi atau mengandung ulat, pihak kepolisian menegaskan bahwa kesimpulan akhir harus berdasarkan hasil uji laboratorium, bukan pengamatan kasat mata.
“Kami mengimbau SPPG untuk betul-betul melakukan evaluasi. Sampaikan hasil evaluasi itu ke masyarakat, jangan hanya dilakukan internal. Ini juga sebagai pembelajaran bagi pihak lain agar tidak asal-asalan dalam menjalankan program ini karena menyangkut kesehatan anak-anak,” kata AKBP Abdul Aziz.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengawasan program MBG. Ia mengimbau SPPG untuk membuka hasil evaluasi kepada publik, agar kejadian serupa bisa dicegah di masa depan. Menurutnya, hal ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program pangan untuk anak-anak.
Terkait kondisi siswa yang terdampak, delapan anak yang sempat dirawat telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka mengalami gejala keracunan seperti sakit perut, pusing, dan muntah tak lama setelah menyantap makanan MBG di sekolah.
Saat ini, kepolisian terus mengawal kasus ini dan akan menentukan langkah hukum lebih lanjut setelah menerima hasil resmi dari BPOM.(*)












