Hukum & HAMPalembangSUMSEL

Sambut Idul Fitri, Polda Sumsel Siapkan Pengamanan Operasi Ketupat 2023

JITOE – Sebagai langkah awal pengamanan jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Kepolisian daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rapat koordinasi awal lintas sektoral dalam rangka kesiapan Operasi Ketupat 2023.

“Rapat ini merupakan langkah awal persiapan menyambut Operasi Ketupat Musi 2023, sekaligus paparan masing masing fungsi dan penanggung jawab ” kata Kasubbid Penmas Polda Sumsel, AKBP Yenni Diarty, di ruang Lounge lantai 7 Gedung Utama Presisi Mapolda Sumsel di Palembang, Selasa (4/4/2023).

Semua pihak terkait dan masyarakat, menurut Yenni, diharapkan dapat mengantisipasi cuaca buruk dan bencana alam, serta lonjakan pergerakan orang pada saat mudik lebaran dan arus balik serta tempat rekreasi.

Baca Juga:   Polda Sumsel Siagakan Pengamanan Memperingati Hari Buruh 2024

“Agar diantisipasi cuaca buruk serta meningkatnya pelanggaran lalu lintas pada saat mudik,” kata Yenni .

Yenni memprediksi arus puncak mudik akan terjadi mulai H-4 sampai dengan H-1 dan arus balik mulai H+3 sampai dengan H+6.

“Untuk itu agar para stakeholder terkait dapat berkoordinasi untuk menyiapkan sarana prasarana pospam dan pos pelayanan yang baik pada jalur tol jalur alternatif dan arteri,” katanya.

Selanjutnya, kata Yenni , agar juga mengantisipasi kendaraan yang mogok dan kehabisan BBM di jalur-jalur rawan kemacetan.

“Siapkan langkah pelayanan persediaan BBM apabila terjadi kraudit atau kemacetan,” ucap Yenni .

Pihaknya juga akan melaksanakan inspeksi jalur menuju alternatif, agar tidak ada kendala pada waktu pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2023.

Baca Juga:   Klaim 500 Titik Lampu di Palembang Sudah Diperbaiki, Tapi Warga Tetap Mengeluh

“Antisipasi lonjakan kendaraan dikarenakan mudik tahun ini berbeda dari mudik tahun sebelumnya. Kami juga akan perkuat personel baik pada jalur tol dan jalur arteri,” kata Yenni

Pada kesempatan ini juga kata Yenni, pimpinan rapat Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Kamaruddin, meminta langkah-langkah rekayasa lalu lintas dan cara bertindak agar menjadi satu persepsi yang sama antara ‘stakeholder’ terkait.

“Tidak ada yang berdiri sendiri, kita satukan visi dan misi demi kelancaran Operasi Ketupat atau operasi kemanusiaan ini,” pungkasnya. (*)

Editor: M. Anton

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button