Adzan adalah panggilan Allah yang mengajak umat Islam untuk mengingat-Nya dan menunaikan kewajiban sebagai hamba-Nya. Lantunan Al-Qur’an adalah cahaya yang menerangi hati dan memberikan ketenangan bagi jiwa yang beriman. Namun, mengapa masih ada yang merasa terganggu?
Mungkin ini bukan sekadar soal volume suara, tetapi lebih kepada keadaan hati yang mendengarkan. Bagi yang hatinya dipenuhi kecintaan kepada Allah, adzan dan ayat-ayat suci adalah pengingat yang menyejukkan. Sebaliknya, bagi yang lalai, suara ini bisa terasa mengganggu.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204)
Maka, mari kita bertanya kepada diri sendiri: apakah hati kita masih bisa merasakan keindahan seruan Allah? Atau justru merasa risih dengan panggilan-Nya? Jangan sampai kita menjadi seperti kaum yang berpaling dari cahaya-Nya hanya karena mengikuti hawa nafsu dan dunia yang sementara.
Semoga kita senantiasa diberi hati yang lembut dan lapang dalam menerima kebenaran, sehingga setiap panggilan-Nya justru menjadi nikmat yang kita rindukan, bukan sesuatu yang kita keluhkan











