Palembang, JITOE.com – Upaya menjadikan Sumatera Selatan sebagai destinasi wisata kesehatan kini memasuki fase penyempurnaan konsep. Sebanyak 84 rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, dipetakan sebagai fondasi awal sebelum program “Road to Health Tourism” diperkenalkan pada Januari 2026. Seluruh fasilitas tersebut mulai diselaraskan agar mampu memenuhi layanan yang disiapkan dalam program tersebut.
“Sebanyak 84 rumah sakit di Sumsel baik pemerintah maupun swasta tengah disiapkan. Untuk itu peralatan medis dan sarana rumah sakit di Sumsel terus ditingkatkan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman.
Menurutnya, rangkaian rapat dan penyusunan data masih berlangsung untuk memastikan seluruh kebutuhan administrasi, fasilitas, dan mekanisme pelayanan tersusun dengan rapi sebelum peluncuran resmi. Di sisi lain, persiapan teknis terus bergerak melalui koordinasi bersama Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan.
“Rencananya awal Januari 2026 akan dilaunching Road to Health Tourism,” tambah Trisnawarman.
Konsep wisata kesehatan yang sedang dikerjakan tidak hanya menonjolkan layanan medis berbasis teknologi tinggi. Pemerintah juga menyinergikan unsur budaya lokal ke dalam layanan sehingga pengunjung nantinya akan mendapatkan pengalaman yang terintegrasi antara perawatan kesehatan dan kekayaan tradisi daerah.
Pemprov juga mulai memprioritaskan rumah sakit unggulan untuk melengkapi peralatan medis serta kebutuhan tenaga kesehatan. Peningkatan fasilitas dilakukan bertahap hingga tahun 2030 agar seluruh unit layanan yang terlibat dapat memenuhi standar wisata kesehatan. Trisnawarman menegaskan bahwa seluruh sarana tersebut ditargetkan siap sebelum program berjalan penuh.
Beberapa rumah sakit rujukan telah disiapkan sebagai penopang layanan utama. RSUD Siti Fatimah menjadi salah satu fasilitas yang diproyeksikan sebagai pusat rujukan khusus dalam program ini. Selain itu, dua rumah sakit tipe A di Palembang—RSUP/RSMH Palembang dan RSUD Siti Fatimah—dinilai telah memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan rujukan secara menyeluruh.
Kebutuhan tenaga medis spesialis disebut sudah mencukupi untuk tahap awal. Namun, pemenuhan tenaga subspesialis masih terus diupayakan di sejumlah daerah agar layanan yang disajikan dapat menjangkau berbagai kebutuhan pasien secara komprehensif.
Sebagai bagian dari persiapan fasilitas, seluruh 84 rumah sakit yang masuk daftar mulai meningkatkan sarana pelayanan. Baik rumah sakit milik pemerintah maupun swasta diarahkan menyesuaikan fasilitas sesuai ketentuan program wisata kesehatan yang sedang dirancang.(*)












