Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
OKUSUMSEL

Museum Situs Gua Harimau, Jejak Peradaban Tertua Asia Tenggara Diresmikan Fadli Zon

×

Museum Situs Gua Harimau, Jejak Peradaban Tertua Asia Tenggara Diresmikan Fadli Zon

Sebarkan artikel ini
Museum Situs Gua Harimau, Jejak Peradaban Tertua di Asia Tenggara Diresmikan Fadli Zon

OKU, JITOE.com – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kini memiliki kebanggaan baru di bidang kebudayaan. Museum Situs Gua Harimau di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, akhirnya diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, pada Minggu (19/10/2025) sore.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Fadli Zon yang didampingi Bupati OKU Teddy Meilwansyah serta Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan. Warga Padang Bindu menyambut momen tersebut dengan antusias karena dianggap sebagai awal kebangkitan wisata budaya di daerah mereka.

Museum seluas 4.000 meter persegi itu berdiri di atas lahan 11.000 meter persegi dan menyimpan 268 koleksi temuan, terdiri dari 260 benda asli hasil ekskavasi dan delapan replika. Koleksi tersebut mencakup lukisan dinding gua, artefak batu, tulang fauna purba, hingga sisa manusia prasejarah berusia lebih dari 14.000 tahun.

Menurut penelitian, Gua Harimau merupakan salah satu situs manusia prasejarah tertua di Asia Tenggara. Temuan di dalamnya menunjukkan adanya dua ras, yakni Neomongolit dan Australomelanesia, yang pernah menghuni kawasan tersebut antara 3.000 hingga 15.000 tahun lalu.

Baca Juga:   Gubernur Herman Deru Sidak, Kontrol Disiplin Pegawai

Dalam sambutannya, Fadli menekankan pentingnya menjadikan museum sebagai ruang interaktif yang tidak hanya menyimpan artefak, tetapi juga menjadi pusat aktivitas budaya dan ekonomi kreatif. “Di negara maju, museum menjadi ruang favorit untuk belajar dan berekreasi. Saya berharap Museum Gua Harimau bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kebijakan kebudayaan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan bangsa. Kementerian Kebudayaan juga akan memperkuat Dana Abadi Kebudayaan serta menjalin kerja sama dengan BUMN dan sektor swasta untuk memperluas pengembangan kawasan budaya di seluruh Indonesia.

“Museum ini bukan sekadar menyimpan masa lalu, tapi jembatan menuju masa depan—tempat pengetahuan tumbuh, kebanggaan lahir, dan kemajuan berakar dari pelestarian,” terang Fadli Zon.

Dirjen Kebudayaan, Restu Gunawan, menyebut museum ini menjadi museum kesebelas yang diresmikan sepanjang tahun 2025. Ia juga menilai pembangunan museum tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten OKU yang menyediakan lahan serta memfasilitasi pembangunannya sejak 2015.

Baca Juga:   110 Kasus Kebakaran, Pemkot Palembang Perketat Pengawasan dan Wajib APAR di Kelurahan

“Museum ini menyimpan bukti penting sejarah manusia di Nusantara. Sinergi antara Kementerian Kebudayaan dan Pemkab OKU menjadi kunci terselesaikannya proyek besar ini,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati OKU Teddy Meilwansyah menyampaikan bahwa museum ini bukan hanya tempat wisata edukatif, melainkan simbol kebanggaan masyarakat. Ia berharap keberadaan museum dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar dan memperkuat sektor pariwisata daerah.

“Museum ini bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar, tempat bertukar pengetahuan, dan simbol kebanggaan daerah,” katanya.

Selain itu, Teddy juga mengungkapkan rencana Pemkab OKU untuk mengubah Terminal Tipe A Batukuning yang kini tak berfungsi optimal menjadi Taman Budaya. Fasilitas itu diharapkan dapat menjadi ruang kreatif bagi seniman dan budayawan lokal untuk berkarya.(*)

Example 120x600