Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
PalembangPaliSUMSEL

Masak Terlalu Awal dan Dibekukan Ulang Jadi Biang Dugaan Keracunan MBG di PALI

×

Masak Terlalu Awal dan Dibekukan Ulang Jadi Biang Dugaan Keracunan MBG di PALI

Sebarkan artikel ini
Masak Terlalu Awal dan Dibekukan Ulang Jadi Biang Dugaan Keracunan MBG di PALI
Seratusan siswa Pali dilarikan ke rumah sakit usai menyantap menu MBG | Dok. JITOE

Pali, JITOE.com – Proses memasak yang dilakukan terlalu dini dan berulang kali disebut sebagai penyebab utama dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan, Senin (05/05/2025). Masalah ini muncul dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi siswa.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa bahan makanan — terutama ikan — sempat disimpan, dimasak sebagian, lalu dibekukan kembali sebelum diolah ulang. Meski dinyatakan lolos uji sebelum dikonsumsi, proses ini dinilai tidak ideal dan rawan menimbulkan risiko kesehatan.

“Ikan diterima hari Jumat kemudian dimasukkan ke dalam freezer, kemudian saat dimasak dikeluarkan, kemudian diolah setengah matang, setelah diolah setengah matang masuk lagi ke dalam freezer, kemudian diolah lagi,” kata Dadan, Selasa (06/05/2025).

Baca Juga:   Pemerintah Wajibkan Deteksi Dini HIV Bagi Ibu Hamil

Dari kejadian ini, dia mengungkapkan akan memperbaiki prosedur, khususnya selektif dalam pemilihan bahan baku.

Dadan juga mengungkapkan kejadian ini bukan pertama kali, insiden serupa juga sempat dilaporkan di Bandung dan Tasikmalaya.

“Bandung, Tasik, maupun di PALI yang baru terjadi itu karena masakan terlalu awal dimasak dan tidak cepat untuk bisa di-delivery,” jelasnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Pemkab PALI melalui Wakil Bupati Iwan Tuaji langsung menghentikan sementara pembagian makanan MBG. Ia menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh sebelum program kembali dijalankan.

Baca Juga:   Rampung Akhir 2025, Flyover Gelumbang Siap Atasi Macet di Perlintasan Kereta Api

“Untuk sementara waktu menyetop distribusi MBG,” tegas Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji.

Sebanyak 173 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan, dan hingga kini 11 orang masih dirawat di rumah sakit. Pemerintah daerah masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan kandungan makanan yang diduga menjadi penyebab utama insiden ini.

Program MBG di PALI sendiri telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Pemerintah berharap kasus ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar tujuan awal program — yakni menyediakan gizi seimbang bagi siswa — tetap bisa tercapai tanpa membahayakan kesehatan mereka.(*)

Example 120x600