Palembang, JITOE.com – Isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang setiap musim kemarau, serta pentingnya program swasembada pangan dan makan bergizi gratis (MBG), menjadi alasan utama kunjungan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan ke Palembang pada 28–29 Juli 2025 mendatang. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pun tengah mempersiapkan penyambutan dan sejumlah agenda penting.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Chandra, menyampaikan pelaksanaan apel siaga karhutla menjadi salah satu titik kegiatan dalam kunjungan tersebut. Lokasi kegiatan direncanakan berlangsung di Griya Agung dan akan dilanjutkan dengan kunjungan ke dua lokasi, yakni SPPG Sukarami dan SPPG Ilir Barat I. Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil pengecekan ulang terhadap SPPG Sukarami yang saat ini sedang dalam proses renovasi.
Fokus kunjungan kerja Menkopolhukam tak hanya menyangkut kebakaran hutan, tetapi juga mencakup evaluasi program MBG dan peninjauan lapangan terkait ketahanan pangan yang digerakkan oleh TNI dan Polri. Ketiga aspek ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Lanjutan yang digelar Kamis (17/07/2025) secara daring di Ruang Rapat Bina Praja.
Koordinasi lintas sektor pun dinilai krusial agar seluruh agenda berjalan dengan baik. Edward menyebut dari sisi substansi, Pemprov Sumsel telah menyiapkan semua kebutuhan teknis, termasuk menyelaraskan kegiatan ini agar tidak hanya bersifat seremonial semata, melainkan menyentuh persoalan nyata di masyarakat.
Beberapa perangkat daerah telah dilibatkan dalam rapat, mulai dari BPBD Sumsel, Dinas Kehutanan, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Ketahanan Pangan. Agenda kunjungan menteri tersebut menuntut kesiapan menyeluruh, mengingat ketiga sektor yang dibahas bersinggungan langsung dengan urusan publik yang mendesak.
Menyambut kunjungan ini, Pemprov Sumsel menegaskan seluruh rangkaian acara akan disiapkan dengan matang, agar hasil yang dicapai bukan hanya mencerminkan kesiapan formal, tetapi juga menggambarkan keseriusan daerah dalam menjalankan program-program prioritas nasional.
“Secara materi, Sumsel siap. Koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan agar agenda kunjungan berjalan lancar dan substansial, tidak sekadar seremoni,” tegas Edward.(*)












