Palembang, JITOE.com – Sejumlah penumpang KA Sindang Marga dari Lubuklinggau menuju Prabumulih dibuat kecewa berat setelah diturunkan di stasiun yang bukan tujuan mereka. Kericuhan pun terjadi di Stasiun Lembak, bahkan ada penumpang yang jatuh pingsan lantaran kondisi tubuh sudah kelelahan usai mengikuti kegiatan diklat.
Insiden itu terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial. Terdengar penumpang berteriak dan meluapkan amarah karena merasa dirugikan. Mereka menuntut pertanggungjawaban PT KAI atas kesalahan tersebut.
Menanggapi kejadian ini, PT KAI Divre III Palembang menyampaikan permintaan maaf. Perusahaan juga memberikan kompensasi berupa penggantian tiket 100 persen kepada penumpang yang terdampak.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan kereta Sindang Marga berangkat dari Stasiun Lubuklinggau Rabu malam (20/08/2025) pukul 19.45 WIB dengan 419 penumpang. Kereta ini memiliki pemberhentian resmi di Tebing Tinggi, Lahat, Muara Enim, Prabumulih, dan Kertapati.
Namun, saat berhenti di Stasiun Prabumulih, sebagian penumpang yang seharusnya turun masih tertinggal di dalam kereta. Akibat kesalahan komunikasi, mereka terbawa hingga perjalanan berikutnya.
“Sesuai operasional prosedur yang telah ditetapkan dan untuk keselamatan penumpang, para penumpang sebanyak 90 orang tersebut dilanjutkan perjalanan sampai ke stasiun terdekat di Stasiun Lembak,” jelas Aida.
Ia menambahkan, KAI sangat menyesalkan kejadian ini dan akan melakukan evaluasi agar kasus serupa tidak terulang.
“Atas nama PT KAI, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini,” imbuhnya.
Data yang dihimpun menunjukkan total penumpang yang ikut dalam rombongan tersebut berjumlah 132 orang. Mereka baru saja menyelesaikan pelatihan dan sudah dalam kondisi letih saat insiden berlangsung, sehingga suasana menjadi semakin panas ketika mereka dipaksa turun lebih jauh dari tujuan semula.(*)












