Opini

Kelangkaan Energi Dunia Menyebabkan Lonjakan Inflasi Global

Oleh: Pudiyaka

Pada situasi saat ini tidak mudah pada semua negara di dunia, sulit dan bahkan sangat sulit untuk mengelola APBN. Menghadapi era disrupsi teknologi 4.0, kemudian dilanjut lagi adanya pandemi covid-19 yang menghebohkan di seluruh dunia. Pusingnya belum reda, muncul perang Rusia vs Ukraina yang membuat dunia goncang, sehingga prediksi masa depan menjadi kabur, karena tingkat ketidak pastian masa depan yang semakin lebar.

Tetapi Alhamdulillah kata Presiden RI Joko Widodo, kita bisa menjalankan pemerintahan dengan baik dibanding negara lain.
Kata Presiden Joko Widodo, ketika berkomunikasi dengan Kanselir Jerman dan Perdana Menteri Jepang menyampaikan hal yang sama. Semua mengalami kesulitan, dan tidak bisa diprediksi.

Semua alami kelangkaan energi, harga minyak mentah Brent dari US$ 60 dollar per barel, saat ini setelah terjadi perang Rusia menyerang Ukraina harganya menjadi US$ 130 per barel, nilainya sudah 2 kali lipat. Hingga hari ini di Indonesia masih menahan belum ada kenaikan harga BBM, entah sampai kapan mampu menahan kondisi seperti saat ini?

Baca Juga:   Resolusi Pelaut, Penamaan Kepulauan, Ekonomi Biru, Natuna Navigasi Indonesia di Sidang PBB: Upaya Meneguhkan Kedaulatan

Bahkan bukan hanya terjadi kelangkaan energi saja, dunia saat ini juga mengalami kelangkaan pangan. Seperti Indonesia yang mengimpor kedelai dan gandum jumlahnya sangat besar, kini harganya terus merangkak naik, apalagi Indonesia mengalami ketergantungan komoditi gandum yang sangat besar. Yang menjadi masalah saat ini, 20% kebutuhan gandum di Indonesia dipasok dari Rusia dan Ukraina yang sekarang sedang perang, sehingga harga gandumnya terus meningkat yang akan menyebabkan tingkat inflasi harga yang tidak bisa terbendung dalam perekonomian Indonesia.

Akibat pandemi covid 19 dan terjadinya perang Rusia menyerang Ukraina yang menimbulkan gejolak inflasi terjadi dimana-mana, sehingga menambah tingkat keparahan perekonomian dunia. Indonesia kini mengalami inflasi berkisar angka 3%, kondisi luar negeri lebih parah lagi seperti inflasi di Turki mencapai 48%, Itali (20%), Amerika Serikat (7,5%), India (6%), Rusia (8%).

Baca Juga:   Pikul Baru

Bukan hanya kelangkaan energi dan pangan, tetapi dunia kini juga mengalami kelangkaan kontainer untuk aktivitas ekspor dan impor. Dulu mudah sekali mencari kontainer. Sekarang ini harga kontainer berlipat 1 kali, naik 2 kali, bahkan sampai naik 5 kali. Kini barang logistik harus dibeli dengan harga yang lebih mahal, sehingga menimbulkan lonjakan inflasi global dimana harga barang-barang menjadi yang sangat sulit dikendalikan. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button