Palembang, JITOE.com – Rencana pembangunan jalan tol Muara Enim–Lubuk Linggau dipastikan tidak masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemerintah pusat memutuskan untuk memprioritaskan ruas tol Tanjung Enim–Pelabuhan Pulau Baai di Bengkulu karena dinilai lebih layak secara strategis dan ekonomi.
Jalur baru tersebut dipilih karena melewati kawasan dengan potensi sumber daya alam yang besar dan dinilai lebih cepat memberikan dampak ekonomi. Beberapa kabupaten yang dilalui disebut-sebut memiliki nilai tambah lebih tinggi dalam mendukung konektivitas dan logistik.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menanggapi keputusan itu dengan menegaskan bahwa proyek tol Muara Enim–Lubuk Linggau belum dibatalkan, melainkan ditunda untuk sementara waktu. Ia tetap optimis proyek tersebut akan kembali dilanjutkan di masa mendatang.
Ia menjelaskan proyek jalan tol adalah infrastruktur berbayar yang perlu perhitungan nilai komersial dan dampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah maupun pihak pelaksana, baik BUMN maupun swasta, perlu mengkaji sejauh mana proyek tersebut menguntungkan secara ekonomi.
Menurutnya, jalur Tanjung Enim–Pulau Baai saat ini dinilai lebih cepat menghasilkan manfaat, namun tol menuju Lubuk Linggau juga memiliki nilai strategis yang patut diperhitungkan dalam rencana jangka panjang.
Herman Deru berharap penundaan ini tidak diartikan sebagai pembatalan, dan mendorong agar pemerintah pusat tetap membuka peluang untuk menggarap proyek serupa di kemudian hari.
“Saya yakin ini bukan dibatalkan, tetapi hanya ditunda,” katanya, Rabu (09/07/2025).(*)












