Palembang, JITOE.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan upaya pengendalian inflasi menjelang Ramadan terus diperkuat guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Edward Chandra, menyampaikan pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas harga selama Ramadan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Menurutnya, koordinasi lintas instansi akan terus ditingkatkan untuk memantau dinamika harga serta merespons cepat apabila terjadi lonjakan yang tidak wajar.
Menjelang Ramadan, kenaikan harga sejumlah komoditas kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut dinilai sebagai pola tahunan yang kerap muncul seiring meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan puasa.
Untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga yang dapat memicu inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mulai menyiapkan berbagai langkah pengendalian menjelang Ramadan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan inflasi pada periode Ramadan diperkirakan tetap terjadi, meski kenaikannya diprediksi tidak terlalu besar.
“Inflasi (Ramadan) pasti ada,namun kenaikannya diperkirakan tipis,” kata Bambang.
Ia menjelaskan TPID telah merancang sejumlah strategi guna menjaga stabilitas harga, salah satunya dengan menggelar operasi pasar murah yang direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh di masa Ramadan. Selain itu, pengawasan langsung ke pasar juga akan terus dilakukan.
Dalam pelaksanaannya, TPID bersama pemerintah daerah akan melakukan inspeksi mendadak ke pasar guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan.
Bambang menambahkan, apabila dari hasil pemantauan ditemukan adanya keterbatasan stok bahan pangan, pemerintah provinsi bersama TPID akan segera melakukan koordinasi melalui mekanisme Kerja Sama Antar Daerah (KAD).
“Mulai minggu depan kita akan operasi pasar. Kita juga akan melihat pola dan komoditas apa yang perlu ditekan harga, untuk memastikan ketersediaan pasokan. Kita juga akan melakukan sidak, dan melakukan KAD,” ungkap Bambang.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap aman sekaligus mencegah terjadinya lonjakan harga yang berlebihan di pasaran.
Ia juga menjelaskan secara mekanisme pasar, kenaikan harga umumnya dipicu oleh meningkatnya permintaan yang tidak diimbangi ketersediaan stok yang memadai, sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga.
Selain itu, TPID akan memetakan komoditas yang perlu mendapatkan perhatian khusus, melakukan inspeksi pasar, serta mengaktifkan skema KAD sebagai bagian dari langkah pengendalian inflasi.(*)












