Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
SUMSEL

Gudang Bulog Penuh! Serapan Gabah di Sumsel-Babel Tembus 81 Ribu Ton

×

Gudang Bulog Penuh! Serapan Gabah di Sumsel-Babel Tembus 81 Ribu Ton

Sebarkan artikel ini
Gudang Bulog Penuh! Serapan Gabah di Sumsel-Babel Tembus 81 Ribu Ton
Cadangan beras di salah satu gudang Bulog Sumatera Selatan dan Bangka Belitung | Dok. JITOE

Palembang, JITOE.com – Penyerapan gabah dan beras oleh Bulog di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung melonjak drastis sejak awal tahun 2025. Angkanya bahkan menyentuh 81 ribu ton—jauh melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya. Akibatnya, seluruh gudang Bulog kini dalam kondisi penuh hingga harus menyewa gudang tambahan milik mitra.

Lonjakan ini disebut sebagai dampak langsung dari program ketahanan pangan nasional serta instruksi Presiden RI yang mendorong Bulog agar lebih aktif menyerap hasil panen petani. Tak heran jika strategi jemput bola diterapkan secara masif—petugas Bulog kini langsung membeli hasil panen di lokasi tanpa menunggu petani datang.

Bulog pun menyewa lima gudang tambahan di berbagai lokasi untuk menampung kelebihan stok. Jika kapasitas gudang mitra yang sekarang juga penuh, kerja sama akan diperluas ke daerah lain seperti Lubuklinggau dan sejumlah kabupaten di Sumsel-Babel.

“Kita ada 5 mitra saat ini, di mana gudang mereka kita pakai untuk penyimpanan gabah dan beras yang kita serap dari petani. Walau gudang milik Bulog sudah penuh, kita tetap menyerap gabah atau beras petani sesuai amanat Presiden,” kata Pimpinan Bulog Wilayah Sumsel Babel, Heriswan, Jumat (02/05/2025).

Baca Juga:   Melalui Gagasan 'Sehat dan Maju Bersama Kita' RM Riyan Zakaria Beri Uluran Tangan

Wilayah seperti Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan ini, dengan volume harian mencapai hingga 2.800 ton. Beberapa daerah lain seperti OKU, Lahat, dan Lubuklinggau juga mencatat aktivitas panen dan penyerapan yang aktif.

Kebijakan harga pembelian yang lebih menguntungkan turut berperan besar dalam menarik minat petani. Saat ini, harga gabah di tingkat petani dipatok sebesar Rp6.500 per kilogram—angka yang lebih tinggi dibanding tawaran dari tengkulak. Kemudahan pembayaran secara tunai atau transfer juga membuat transaksi berlangsung cepat di lokasi.

Sebagai bentuk pelayanan maksimal, Bulog memastikan seluruh stok yang tersimpan tetap terjaga kualitasnya. Perawatan gudang dilakukan rutin, mulai dari pengecekan hama hingga fumigasi jika dibutuhkan.

Baca Juga:   Sumsel Satu-satunya Provinsi Raih Dua Penghargaan di PTBI 2025

Beras yang diserap bukan hanya untuk cadangan nasional, tetapi juga untuk stabilisasi harga di pasaran dan bantuan kebencanaan. Bahkan, sebagian stok dari Sumsel-Babel sudah mulai dikirim ke provinsi lain seperti Jambi, Riau, dan Bengkulu untuk pemerataan distribusi.

Jika dibandingkan, penyerapan beras tahun ini jauh melebihi tahun 2022 dan 2023 yang masing-masing hanya mencatat 15 ribu ton. Bahkan, angka tahun 2024 yang mencapai 31 ribu ton pun kini sudah dilewati hanya dalam waktu empat bulan pertama 2025.

Pihak Bulog menegaskan bahwa penyerapan akan terus dilakukan tanpa hambatan, meskipun tantangan logistik seperti keterbatasan gudang masih dihadapi.

“Kita tegaskan bahwa meski gudang Bulog penuh, ini tidak membuat adanya penghambatan penyerapan (beras dari petani). Kita terus akan melakukan penyerapan hasil panen,” jelasnya.

Semua langkah strategis, termasuk perluasan gudang dan koordinasi lintas pihak, telah disiapkan untuk mendukung kelancaran program ini.(*)

Example 120x600