Palembang, JITOE.com – Kasus 15 pemuda asal Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang terlantar di Kamboja menjadi perhatian pemerintah daerah. Peristiwa tersebut mencuat setelah beredar video yang menampilkan mereka meminta bantuan untuk dapat kembali ke Indonesia.
Rekaman itu viral di media sosial karena para pemuda mengaku tidak memiliki biaya untuk pulang. Dalam video tersebut, mereka menyampaikan permohonan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wali Kota Palembang agar difasilitasi kembali ke Tanah Air.
Para pemuda tersebut menyebut keberangkatan mereka ke luar negeri didasari tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi, yang disebut mencapai Rp12 juta per bulan. Tawaran itu menjadi alasan mereka memutuskan berangkat.
Namun setelah tiba di Kamboja, pekerjaan yang dijanjikan disebut tidak jelas. Mereka sempat diberi informasi akan bekerja di sebuah restoran, tetapi hingga saat ini belum pernah benar-benar dipekerjakan.
Herman Deru membenarkan adanya sekitar 15 warga Palembang yang mengalami kondisi tersebut. Ia menyampaikan telah berkomunikasi langsung dengan para pemuda itu dan mengetahui sejumlah di antaranya berasal dari kawasan Tangga Buntung, Makrayu, dan Kertapati.
“Nanti kita pulangkan ke sini,” tegasnya.
Saat ini, para pemuda tersebut berada dalam penanganan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh. Kebutuhan dasar seperti makan dan minum telah dipenuhi sembari menunggu proses administrasi pemulangan ke Indonesia.
Deru menyampaikan apresiasi kepada pihak KBRI yang telah membantu penanganan mereka. Ia menyebut proses pemulangan akan dilakukan menggunakan pesawat dan meminta keluarga tidak perlu khawatir karena seluruh prosedur sedang ditangani.
Dalam pernyataannya, ia juga mengingatkan generasi muda agar berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri yang menjanjikan gaji besar tanpa kejelasan.
“Jangan mudah tergiur janji kerja di luar negeri tanpa prosedur resmi. Pastikan melalui jalur yang sah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat perlu memastikan kejelasan jenis pekerjaan dan kemampuan yang dibutuhkan sebelum menerima tawaran, guna menghindari risiko menjadi korban.(*)












