Pagar Alam, JITOE.com – Kasus penjualan daging kucing di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, membuat Dinas Kesehatan setempat mengeluarkan imbauan serius. Warga yang tanpa sadar mengonsumsi daging tersebut diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat guna mencegah dampak kesehatan berbahaya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, menjelaskan kucing yang belum divaksinasi bisa membawa parasit berbahaya, termasuk toksoplasma. Parasit ini mampu menyebabkan gangguan serius, mulai dari keguguran dan cacat janin bagi ibu hamil, hingga kerusakan otak, kejang, diare parah, bahkan kematian.
Selain toksoplasma, ada pula risiko lain seperti rabies, salmonellosis, skabies, serta infeksi cacing. Meski data WHO dan Kemenkes menyebut hanya sekitar dua persen kucing yang membawa virus rabies—lebih rendah dibandingkan anjing—tetap saja gigitan kucing bisa menularkan penyakit tersebut.
Ira menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan. Jika muncul gejala seperti demam tinggi, muntah berlebihan, nyeri perut, atau diare cair yang parah, masyarakat diminta segera datang ke fasilitas kesehatan. “Lebih baik diperiksa sejak dini agar potensi penyakit berbahaya bisa ditangani cepat,” ujarnya.
Hingga kini, meski imbauan sudah dikeluarkan sejak awal pekan, Dinkes Sumsel mencatat belum ada warga yang melapor maupun menjalani pemeriksaan medis. Karena itu, pihaknya meminta Dinas Kesehatan Pagar Alam turun langsung melakukan jemput bola dengan mendatangi warga yang diduga mengonsumsi daging tersebut.
Kasus ini sendiri terbongkar setelah polisi menangkap seorang pria berinisial S (55). Selama empat bulan terakhir, ia diketahui menyembelih lebih dari 100 ekor kucing lalu menjual dagingnya kepada warga tanpa mereka sadari. Aksinya viral setelah rekaman video penangkapan kucing beredar luas di media sosial dan memicu keresahan.
Satreskrim Polres Pagar Alam langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku pada Rabu (03/09/2025) sore sekitar pukul 16.35 WIB. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut, sementara pemerintah daerah terus berfokus pada upaya pencegahan dampak kesehatan bagi masyarakat.(*)












