Palembang, JITOE.com – Usaha kecil di Sumatera Selatan kini punya peluang besar untuk menembus pasar ekspor. Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel menegaskan akses ekspor tidak lagi terbatas bagi pelaku usaha besar, tapi terbuka luas bagi koperasi dan UMKM dari seluruh kabupaten/kota.
“Ruang ekspor tidak hanya untuk pelaku usaha besar, tetapi juga terbuka bagi pelaku usaha kecil dan koperasi yang tersebar di 17 kabupaten/kota dalam provinsi setempat,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel Amirrudin, dikutip dari Antara Kamis (19/06/2025).
Menurut Amirrudin kunci utamanya ada pada kesiapan kualitas dan kemauan untuk memenuhi standar ekspor. Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat dan membangun kemandirian usaha kecil agar bisa bersaing di level internasional.
Dia juga menyebut pihaknya tengah mendorong perluasan akses ekspor produk UMKM, salah satunya melalui program pembinaan terpadu di sektor kopi. Tahun ini, pembinaan difokuskan pada petani dan pelaku usaha kopi di Kabupaten Lahat.
DInas Koperasi dan UMKM Sumsel bekerjasama dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT), agar produk kopi lokal tak hanya unggul secara kualitas, tetapi juga lolos persyaratan karantina dan regulasi ekspor. Pelatihan mencakup pengelolaan kebun, pemrosesan biji kopi, hingga pengemasan yang layak jual di pasar luar negeri.
Diketahui, Sumsel telah mengekspor kopi ke sejumlah negara sejak awal 2025. Sebanyak 277 ton atau 14 kontainer kopi dikirim ke Malaysia dan Australia dengan nilai transaksi mencapai Rp33,6 miliar. Kopi tersebut berasal dari perkebunan rakyat di Muara Enim dan Pagaralam.
Melihat antusiasme pasar luar negeri, Dinas Koperasi dan UMKM berencana memperluas pendampingan ke daerah lain yang memiliki potensi serupa. Kabupaten Lahat menjadi salah satu prioritas karena memiliki banyak petani dan pelaku usaha kopi.(*)












