Palembang, JITOE.com – Dua layanan penting, air bersih dan listrik, mati serentak di Palembang sejak Kamis (19/06/2025), membuat ribuan warga panik dan kelimpungan. Kondisi ini memicu lonjakan aduan ke YLKI Sumatera Selatan, karena warga merasa tidak mendapat informasi yang cukup soal gangguan tersebut.
Ketua YLKI Sumsel, RM Taufik Husni, mengatakan pihaknya menerima lebih dari 20 pengaduan hanya dalam sehari. Sebagian besar warga mempertanyakan kenapa pemadaman listrik dan gangguan air bersih terjadi bersamaan, tanpa pemberitahuan yang memadai.
Warga mengeluhkan aktivitas rumah tangga yang terganggu, mulai dari salat, mandi, hingga memasak. Tak hanya itu, pelaku UMKM juga terkena imbas karena tidak bisa beroperasi dengan normal.
Gangguan air bersih diketahui berasal dari proses perbaikan pipa utama berdiameter 900 mm milik Perumda Tirta Musi yang mengalir dari Intake Karang Anyar ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) 3 Ilir. Perbaikan ini sudah dimulai sejak Rabu (18/06/2025) dan diperkirakan selesai dalam 2×24 jam.
Sementara pemadaman listrik dilakukan oleh PLN UP3 Palembang dalam rangka pemeliharaan jaringan sejak 16 sampai 21 Juni 2025. Namun menurut YLKI, banyak pemadaman yang tidak sesuai dengan wilayah terdampak yang diumumkan.
“Contoh hari ini di Demang Lebar Daun, Bukit Besar, dan Bukit Lama yang padam, padahal wilayah tersebut tidak masuk dalam area terdampak. Warga jadi bingung,” ujar Taufik.
Ia juga mengaku kesulitan menjalin komunikasi dengan pihak PLN. Berkali-kali mencoba menghubungi General Manager PLN UID S2JB, namun tidak mendapat respons.
“Kalau informasi tidak disampaikan dengan baik, kami juga tidak bisa memberikan kejelasan ke masyarakat. Padahal, hak konsumen untuk tahu itu dijamin undang-undang,” tegasnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Palembang, Henry Nugroho, menyebut pemadaman di luar wilayah yang diumumkan bisa disebabkan gangguan teknis seperti kerusakan trafo atau perubahan konfigurasi jaringan. Salah satunya gangguan di Bukit Lama karena masalah di trafo Jalan Lunjuk Jaya yang sedang diperbaiki.
Selain itu, PLN juga sedang menelusuri gangguan serupa di wilayah Pusri yang dilaporkan warga.
YLKI meminta agar ke depan penyedia layanan memberikan informasi lebih akurat dan transparan soal jadwal maupun penyebab gangguan, agar masyarakat bisa bersiap dan tidak merasa dirugikan.(*)












