Palembang, JITOE.com – Sembilan desa di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, terendam banjir setelah debit air sungai meningkat akibat hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. BPBD OKI mencatat sebanyak 1.500 kepala keluarga terdampak genangan air yang memasuki permukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD OKI, Listiadi Martin, menyampaikan hujan masih terjadi hingga malam hari sehingga debit air terus bertambah. Kondisi tersebut diperparah oleh aliran air kiriman dari wilayah OKU Timur yang masuk ke kawasan Lempuing dan menyebabkan rumah, sawah, serta tambak warga ikut terendam.
Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan telah melebihi 100 sentimeter. Akibatnya, beberapa ruas jalan penghubung antar desa tidak dapat dilalui kendaraan dan memaksa warga menggunakan perahu sebagai sarana transportasi sementara. Area pertanian dan tambak menjadi lokasi yang lebih dahulu tergenang seiring naiknya permukaan air.
BPBD OKI juga melaporkan kondisi banjir di Kecamatan Mesuji mulai menunjukkan penurunan. Namun, situasi di Lempuing berbeda karena hujan yang masih berlangsung membuat debit air cenderung terus meningkat hingga saat ini.
“Kami memprediksi hujan akan terus terjadi di Kabupaten Lempuing sehingga kami mengimbau masyarakat untuk waspada jika sewaktu-waktu debit air meningkat,” ujar Listiadi.
Dalam penanganan darurat tersebut, BPBD bersama tim gabungan TNI, Polri, dan organisasi perangkat daerah melakukan evakuasi warga terdampak. Sejumlah posko pengungsian dan dapur umum telah didirikan, termasuk di lingkungan sekolah, untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang rumahnya terendam banjir.(*)












