Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
OKISUMSEL

Dana TKD OKI Turun Rp245 Miliar, Bupati Muchendi Lobi Pemerintah Pusat

×

Dana TKD OKI Turun Rp245 Miliar, Bupati Muchendi Lobi Pemerintah Pusat

Sebarkan artikel ini
Dana TKD OKI Turun Rp245 Miliar, Bupati Muchendi Lobi Pemerintah Pusat
Bupati OKI Muchendi Mahzareki (kanan) bertemu Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko (kiri) untuk sinkronisasi program pembangunan | Foto: Diskominfo OKI

OKI, JITOE.com – Turunnya alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp245 miliar membuat Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) harus bekerja ekstra keras. Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, langsung bergerak ke Jakarta untuk memastikan program pembangunan di daerahnya tidak berhenti.

Dalam lawatannya ke sejumlah kementerian dan lembaga, Muchendi berupaya mengamankan dukungan pendanaan agar pembangunan infrastruktur dan program prioritas di OKI tetap berjalan.
“Ini untuk mensinkronkan program pusat dan daerah. Meski TKD turun, OKI tetap harus dapat dukungan program strategis,” ujar Muchendi Mahzareki dalam keterangan resmi, Jumat (07/11/2025).

Salah satu kunjungan penting dilakukan ke Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Dalam pertemuan itu, Bupati OKI menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak seperti pembangunan infrastruktur dasar, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan air bersih dan sanitasi, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Baca Juga:   Komisi IV DPRD Akomodir Tuntutan GRAMM/ IKAMUBA, Segera Tinjau Jalinteng

Muchendi juga membawa usulan delapan desa di empat kecamatan untuk masuk dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) — inisiatif nasional arahan Presiden Prabowo Subianto yang digarap Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ia berharap BP Taskin ikut mengawal agar usulan tersebut segera terealisasi.
“Delapan desa sudah kami ajukan. Kami berharap BP Taskin ikut mengawal usulan,” terangnya.

Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menyampaikan bahwa lembaganya akan melakukan intervensi di sembilan sektor strategis. Sektor itu meliputi pangan, hunian, pengolahan hasil, industri kreatif, kesehatan, digital, pendidikan, transportasi, dan energi terbarukan.

“Pendekatannya bukan top-down, tapi langsung ke ekonomi masyarakat. Kami ingin program terasa di dapur warga, bukan hanya di laporan,” jelasnya/

Baca Juga:   BMKG: Malam Tahun Baru 2024 di Beberapa Wilayah Sumsel akan Turun Hujan

Deputi BP Taskin, Zaidirina, menambahkan pihaknya telah menyiapkan rencana induk (rimduk) sebagai panduan daerah dalam menjalankan program lintas kementerian. Ia menjelaskan pola pemberdayaan ekonomi akan disesuaikan dengan kondisi lapangan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Kalau punya lahan, bantu alat pertanian. Kalau tidak, bantu ternak ayam. Dua tahun cukup untuk keluar dari garis kemiskinan,” ungkapnya.

Menurut Zaidirina, program ini menjadi proyek percontohan di sepuluh kabupaten dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi namun memiliki kepala daerah yang dianggap progresif. OKI termasuk di antaranya.

Ia menegaskan bahwa tujuan program ini bukan hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi mengubah struktur ekonomi masyarakat dari akar rumput melalui pertanian rakyat dan usaha kecil.(*)

Example 120x600